Kompas.com - 03/05/2013, 11:33 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

 

MEDAN, KOMPAS.com—Wali Kota Medan Rahudman Harahap didakwa korupsi dan terancam hukuman 20 tahun penjara dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, Jumat (3/5/2013).

Rahudman didakwa mengorupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Desa Rp 1,5 miliar tahun 2005 di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Saat itu, Rahudman menjabat sebagai Sekretaris Daerah Tapanuli Selatan.

Dalam dakwaannya, jaksa Albert Pangaribuan menjelaskan, Rahudman melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

Rahudman didakwa jaksa penuntut umum telah melakukan atau turut serta melakukan korupsi.

Rahudman mengaku memahami dakwaan yang dibacakan jaksa. "Tapi saya tidak habis pikir mengapa saya duduk di sini," kata Rahudman di hadapan mejelis hakim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Majelis Hakim Sugiyanto kemudian menyatakan, sidang ditutup dan dilanjutkan pada tanggal 14 Mei dengan agenda saksi-saksi.

Rahudman lantas keluar ruang sidang dikawal ajudan dan diiringi yel-yel dukungan dari camat dan kepala lingkungan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.