Kejagung Sidik Dugaan Korupsi Rp 20,8 Miliar di Bandara Ngurah Rai

Kompas.com - 03/05/2013, 00:01 WIB
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Kejaksaan Agung rupanya tengah menyidik kasus dugaan korupsi pengelolaan parkir di Bandara Ngurah Rai, Bali yang diduga merugikan negara Rp 20, 8 miliar. Penyidik telah memeriksa 23 saksi dan dua saksi ahli di gedung Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2013).

"Untuk dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan parkir di Bandara Ngurah Rai, Bali, hari ini telah memeriksa 23 saksi dan 2 ahli," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Setia Untung Arimuladi melalui siaran pers yang diterima, Kamis malam.

Selain itu, penyidik juga menyita 23 surat atau dokumen, rumah, kantor, dan lahan tanah yang diperkirakan senilai Rp 15 miliar. Adapun sebelumnya, Kejagung telah menetapkan empat tersangka dari PT Penata Sarana Bali. Keempatnya adalah CS selaku direktur utama, IB selaku general manager, MM selaku manager pperasional dan RJS selaku staf administrasi.

"Mereka diduga memanipulasi dan rekayasa sistem komputerisasi pendapatan parkir di Bandara Ngurah Rai," terang Untung.

Untung menjelaskan, dugaan korupsi pengelolaan parkir bandara itu berjalan selama periode Oktober 2008 hingga Desember 2011 lalu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.