Kompas.com - 02/05/2013, 15:53 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

DENPASAR, KOMPAS.com — Sidang vonis kasus dugaan korupsi penyimpangan dana bansos tahun 2006 senilai Rp 455 juta dengan terdakwa mantan Ketua DPRD Tabanan I Wayan Sukaja di Pengadilan Tipikor Denpasar, Kamis (2/5/2013), nyaris ricuh.

Ratusan pendukung Sukaja yang hadir dalam persidangan langsung emosi setelah mendengar putusan hakim. "Terdakwa I Wayan Sukaja terbukti bersalah. Berdasarkan bukti-bukti dan keterangan saksi, terdakwa kami jatuhkan hukuman empat tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta," ujar ketua majelis hakim, Sugeng Riyono, saat membacakan putusannya.

Mendengar putusan tersebut, sejumlah pendukung Sukaja berusaha merangsek ke depan meja hakim, tetapi berhasil dihadang polisi. Para pendukung Sukaja kemudian meluapkan ketidakpuasan mereka dengan meneriaki hakim. "Pledoi dan bukti-bukti bahwa dana tersebut ada wujudnya oleh hakim tidak dihiraukan. Hakim dan JPU sudah disuap," celetuk salah seorang pendukung.

Pendukung Sukaja menganggap, hakim tidak adil karena tidak memperhatikan pledoi dan fakta-fakta hukum yang disampaikan oleh kuasa hukum terdakwa selama persidangan. Setelah sempat memanas, massa akhirnya dapat ditenangkan dan membubarkan diri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.