Kompas.com - 02/05/2013, 13:18 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Divisi Propam tengah memeriksa 17 anggota kepolisian terkait bentrok di Musi Rawas, Sumatera Selatan, yang menewaskan empat warga. Empat warga itu tewas tertembak aparat kepolisian setempat saat berupaya membubarkan warga yang berunjuk rasa.

"Sudah ada 17 anggota polisi yang diambil keterangannya. Saat ini, masih dicari tahu prosesnya seperti apa. Apakah tindakan penggunaan senjata api itu tepat? Itu akan terus menjadi obyek pemeriksaan," terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (2/4/2013).

Berdasarkan informasi yang beredar, polisi menggunakan peluru tajam dan pembubaran tidak didahului dengan menyemprotkan gas air mata. Boy mengatakan, pihaknya akan menindak tegas apabila anggotanya melanggar prosedur penggunaan senjata api dan upaya pembubaran unjuk rasa.

"Jika terdapat hal-hal yang dianggap penyimpangan dari prosedur, sangat dimungkinkan di antara mereka akan terkena sanksi," katanya.

Untuk diketahui, bentrok di Musi Rawas berawal dari aksi unjuk rasa warga Muara Rupit yang tidak puas karena pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) tak dikabulkan. Puluhan massa menggelar aksi penutupan jalan lintas Sumatera di kawasan itu sejak Senin (29/4/2013) pagi. Akibatnya, lalu lintas di jalur yang menghubungkan Palembang dan Bengkulu itu nyaris terhenti total.

Polisi pun berusaha membubarkan unjuk rasa. Namun, pembubaran itu berujung bentrok yang mengakibatkan 4 warga tewas tewas, belasan warga terluka tembak, dan lebih kurang 14 polisi terluka. Massa juga membakar Markas Polsek Rupit dan sejumlah kendaraan di lokasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.