Kompas.com - 01/05/2013, 22:28 WIB
|
EditorFarid Assifa

TIMIKA, KOMPAS.com - Tanggal 1 Mei yang dirayakan sebagai hari buruh internasional, namun di Papua mempunyai 2 makna berbeda. Bagi bangsa Indonesia hari itu diperingati sebagai hari integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), namun bagi sekelompok orang di Papua dimaknai sebagai hari Aneksasi (pengambilan paksa wilayah) Papua oleh NKRI.

Peringatan Hari Aneksasi yang dilakukan sekelompok orang yang dipimpin Isak Kalaibin di Kelurahan Aimas, Distrik Aimas Kabupaten Sorong, Papua Barat, Rabu (1/5/2013) pagi berujung bentrok. Seorang anggota Kodim 1704 Sorong terluka di kepala.

Kepala Bagian Humas Kepolisian Daerah Papua Kombes I Gede Sumerta menjelaskan, kejadian berawal saat tim gabungan TNI-Polri yang dipimpin Wakapolres Sorong Kompol Yudhi Pinem berupaya melakukan negosiasi dengan sekelompok warga yang hendak merayakan hari Aneksasi dengan mengibarkan bendera bintang kejora pada Rabu (1/5/2013) sekitar pukul 00.30 WIT.

Namun saat tiba di lokasi, rombongan langsung diserang massa yang berjumlah kurang lebih 100 orang. Akibat serangan itu, mobil yang dikendarai Kompol Yudhi rusak parah. Sementara seorang anggota Kodim 1704 Sorong terluka di kepala bagian belakang.

"Karena situasi sudah anarkis, aparat kemudian melepaskan tembakan ke udara dan berusaha meninggalkan lokasi. Anggota sempat mengamankan barang bukti satu buah sangkur, satu buah parang, dua ketapel, satu busur beserta satu ikat anak panah," urai Gede Sumerta di Mapolda Papua.

Lebih lanjut, Gede Sumerta menjelaskan, pada pagi hari pihaknya menerima laporan bahwa seorang warga, Salomina K (37) masuk rumah sakit karena terkena tembakan, dan tidak ada laporan adanya warga yang tewas.

16 Orang Ditangkap

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, sekitar enam orang diamankan tim gabungan TNI-Polri saat melakukan patroli di Kampung Ibdi, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor Rabu (1/5/2013) pagi sekitar pukul 06.00 WIT, karena kedapatan melakukan orasi untuk memprovokasi warga.

Menurut Gede Sumerta, sekelompok orang yang berjumlah kurang lebih 60 orang saat berusaha dibubarkan aparat, justru melawan dan berusaha merampas senjata aparat.

"Melihat tindakan massa aparat langsung melepaskan tembakan ke udara sehingga sekelompok orang ini kabur melarikan diri ke hutan. Enam orang berhasil diamankan bersama barang bukti satu pucuk senjata air softgun, 39 butir amunisi, 5 bilah parang, serta 7 anak panah," jelasnya.

Lanjut Gede, keenam orang tersebut masih dalam pemeriksaan intensif aparat kepolisian untuk mengetahui motif aksi mereka.

Selain itu, perayaan hari Aneksasi Papua juga dirayakan sekelompok orang di Jalan Trikora, Kelurahan Kwamki Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika. Kejadian berlangsung sekitar pukul 13.00 WIT ketika sekelompok orang mengibarkan bendera bintang kejora namun hanya berlangsung beberapa saat saja, karena aparat gabungan TNI-Polri langsung menurunkan dan membubarkan paksa massa.

Kapolres Mimika AKBP Jermias Rontini mengatakan, 10 orang ditahan dalam kejadian ini bersama barang bukti bendera bintang kejora, tiang bendera dan tali. "Sepuluh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan mereka. Jika terbukti melanggar hukum tetap harus dihukum," jelas Rontini.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X