Kompas.com - 01/05/2013, 20:44 WIB
EditorAgus Mulyadi

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com - Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung, Jawa Timur, menggagalkan sekaligus membongkar sindikat peredaran uang palsu (upal) di wilayah itu, setelah salah seorang kurir ditangkap berikut barang bukti upal senilai Rp 95 juta.

"Peredaran uang palsu ini terbongkar, setelah tim buru sergap kepolisian melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku yang diduga berperan sebagai kurir, di sekitar wilayah Ngujang," ungkap Kapolres Tulungagung, Ajun Komisaris Whisnu Hermawan Februanto, Rabu (1/5/2013).

Pelaku yang diyakini sebagai bagian dari sindikat peredaran uang palsu di wilayah Tulungagung dan Keresidenan Kediri tersebut, diidentifikasi bernama Suwanto (46).
 
Ia menjelaskan, Suwanto yang berdomisili di Desa Sumberingin Kidul, Kecamatan Ngunut, tersebut dibekuk polisi pada Selasa (30/4/2013) sekitar pukul 16.00 WIB, di Jalan Raya Ngujang, Kecamatan Ngantru, Tulungagung.

Saat dicegat tim buru sergap, Suwanto kedapatan membawa uang palsu senilai Rp 95 juta dalam bentuk pecahan Rp 50.000.

Di hadapan polisi yang menginterogasinya, Suwanto mengakui dirinya hanyalah berperan sebagai kurir. Dia mengaku mendapat upah dari temannya yang berdomisili di wilayah Tulungagung, namun tidak disebutkan nilai jasa yang dia peroleh.

Rencananya uang itu akan langsung dijual, tetapi Suwanto keburu tertangkap polisi. "Uang itu sudah ada yang menerima, saya hanya kurir," kata Suwanto.

Suwanto menyebutkan, uang palsu senilai Rp 95 juta itu nantinya akan dijual kepada seseorang dengan harga Rp 26 juta uang asli.

Asal-usul uang palsu belum diketahui secara pasti, namun Suwanto menyebut bahwa bosnya mendapat puluhan juta uang palsu tersebut dari seseorang yang berdomisili di Jakarta.

"Saya sama sekali tidak tahu siapa yang membuat uang itu, karena saya hanya disuruh teman saya untuk menukar uang itu dengan uang asli yang sebelumnya sudah dinegoisasi," katanya.

Kapolres Whisnu Hermawan Februanto mengatakan, pihaknya saat ini masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam jaringan peredaran uang palsu tersebut.

Ia menyebut tersangka sebelumnya sudah menjadi target penangkapan oleh anggota dan tim buru sergap. "Saat ini polisi masih memburu pelaku lainya dalam kasus ini," kata kapolres.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.