Kompas.com - 01/05/2013, 18:30 WIB
Penulis Kris R Mada
|
EditorMarcus Suprihadi

BATAM, KOMPAS.com — Buruh menilai kenaikan upah 2013 sia-sia. Sebab, harga aneka barang akan segera naik setelah harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Batam Syaiful Badri mengatakan, buruh sudah senang saat kenaikan upah minimum diumumkan. Namun, kebahagiaan buruh akan segera sirna setelah harga BBM naik.

"Tidak mungkin harga tidak naik kalau harga BBM sudah naik," ujarnya, Rabu (1/5/2013), di Batam, Kepulauan Riau. Bahkan, persentase kenaikan harga barang diperkirakan akan melebihi persentase kenaikan upah.

Tahun ini, upah buruh naik 40 persen dibandingkan tahun 2012. Namun, harga BBM subsidi direncanakan naik lebih dari 30 persen. "Harga BBM naik 30 persen bisa memicu kenaikan harga barang lebih tinggi," ujarnya.

Karena itu, buruh menolak rencana kenaikan harga BBM. Alasan subsidi BBM memberatkan APBN dinilai tidak tepat. Sebab, lebih banyak pemborosan lain bisa ditekan untuk mengurangi beban APBN dibandingkan pemotongan subsidi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X