Kompas.com - 01/05/2013, 15:39 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

SAMARINDA, KOMPAS.com — Hari Buruh Sedunia diperingati dengan cara lain di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (1/5/2013).

Sekitar 1.000 buruh dari beberapa serikat buruh mengadakan apel bersama di Gelanggang Olahraga (GOR) Segiri, Samarinda.

"Kami punya corak lain untuk memperingati hari buruh tahun ini. Bukan demo, tetapi kami sengaja menggelar apel bersama, mengundang banyak pihak, untuk mendengarkan seruan kami," ujar Bambang Setiono, Sekretaris Federasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FSBSI) Kaltim.

Ada empat poin yang disuarakan.

Pertama, pemerintah harus mengawasi kinerja dengan optimal terhadap upah minimum dan pelanggaran di tingkat perusahaan.

Kedua, buruh dan pekerja meminta polisi, pemerintah, dan pihak terkait mengawal hal-hal pascainsiden tenggelamnya Kapal Motor Arinda di Sungai Mahakam, Samarinda, 17 April lalu, yang merenggut nyawa 23 pekerja.

Misalnya, pemberian santuan harus sampai kepada keluarga korban.

Ketiga, menolak sistem alih daya. Dan, keempat, tolong pemerintah menyosialisasikan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS).

"BPJS yang sudah ada UU-nya ini, kan, bisa dibilang hajatan pemerintah. Lha ini, sudah dekat ke tahun 2014, kok, pemerintah yang punya hajatan masih tenang-tenang saja," kata Bambang.  

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X