Kompas.com - 30/04/2013, 22:00 WIB
EditorAgus Mulyadi

BOGOR, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Bogor Kota, Jawa Barat, berhasil menangkap seorang ibu rumah tangga pelaku pengedar uang palsu senilai Rp 1,2 triliun.

"Pelaku seorang perempuan berinisial UM alias Nuriyah, berusia 46 tahun. Dia merupakan residivis di Penjara Kabupaten Sukabumi," kata Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Bahtiar Ujang Purnama, Selasa (30/4/2013).

Bahtiar menjelaskan, pelaku merupakan penindak penipuan dan penggandaan uang berupa uang palsu dalam bentuk rupiah dan mata uang asing. Uang palsu yang diamankan petugas sebanyak 59.847 lembar uang pecahan rupiah dan asing senilai Rp 1,2 triliun.

Rincian uang palsu yang diamankan terdiri atas 50.549 lembar uang Brasil pecahan 5.000 real dan 400 lembar pecahan 1 real, 153 lembar dollar Singapura pecahan 1.000 dollar, 1.718 lembar rupiah pecahan Rp 100.000, dan 7.000 lembar uang yuan China.

Selain menemukan barang bukti berupa uang senilai Rp 1,2 triliun di kediaman pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa pelat sertifikat dari bank Swiss yang terbuat dari tembaga.

Menurut Kapolres, modus yang digunakan pelaku dalam melancarkan aksinya adalah mengaku sebagai perwira tinggi kepolisian berpangkat inspektur jenderal. "Sehari-hari sebenarnya pelaku hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga atau tidak ada pekerjaan," kata Bahtiar.

Pelaku merupakan warga asal Kampung Legok Muncang, Kelurahan Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.

Ia menambahkan, pelaku menjalankan aksinya mengedarkan uang palsu di wilayah Kota Bogor dan kota besar lainnya. Kejahatan pelaku sudah dilakukan selama kurun waktu lima tahun. Oleh pelaku, uang tersebut digandakan dan digunakan sebagai alat transaksi.

Penangkapan pelaku berdasarkan laporan dari salah satu korban bernama Makruri (47), warga Tangerang, yang melaporkan telah ditipu oleh pelaku.

Dalam aksinya, pelaku tidak bertindak seorang diri. Ia bersama suaminya berinisial IN (47) yang menjadi otak kejahatan, serta seorang pelaku lainnya yang diketahui berinisial EAA.

"Kita masih memburu suami pelaku, begitu juga dengan tempat percetakan uang yang diketahui berada di wilayah Jakarta," kata Kapolres.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.