Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/04/2013, 15:00 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mendukung kebijakan pemerintah pusat untuk membatasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dengan menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurut Basuki, langkah itu merupakan langkah terbaik untuk mengendalikan kondisi fiskal dan APBN yang sudah tidak sehat.

"Harusnya memang begitu, cabut subsidi boleh-boleh saja," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Apabila pemerintah pusat jadi meningkatkan harga BBM, kata dia, harus ada enam jaminan yang diberikan pemerintah pusat kepada masyarakat. Enam jaminan itu ialah jaminan pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi, tempat usaha, dan jaminan sembako.

"Enam jaminan itu penting. Kalau enggak ada jaminan itu, enggak bisa dong naikin BBM. Bisa mati rakyat," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, terlalu besarnya subsidi BBM dapat membahayakan fiskal dan APBN. Jika BBM tidak dikendalikan, anggaran untuk subsidi BBM akan membengkak sebesar Rp 297,7 triliun dengan asumsi harga keekonomian BBM saat ini Rp 10.000 per liter.

Jika kebijakan fiskal dan APBN tidak diperbaiki secara keseluruhan, defisit anggaran akan membengkak atau diperkirakan mencapai Rp 353,6 triliun (3,83 persen dari PDB). Padahal, maksimal defisit anggaran yang ditetapkan dalam undang-undang sebesar 3 persen dari PDB. Jika hal itu terjadi, selain akan melanggar undang-undang, kondisi itu akan mengganggu ketahanan ekonomi. Padahal, kata dia, banyak negara yang ekonominya runtuh di tengah resesi dunia lantaran ketahanan ekonominya tak baik.

Oleh karena itu, untuk menjaga ketahanan ekonomi, tambah Presiden, pemerintah berencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Hanya, rencana itu masih perlu dibicarakan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Jika pemerintah jadi menerapkan satu harga, pemerintah akan memberikan kompensasi untuk rakyat miskin yang terkena imbas kenaikan harga BBM, salah satunya dalam bentuk uang tunai. Anggaran untuk berbagai program yang sudah ada, seperti beras miskin dan beasiswa, akan ditambah.

Berita terkait, baca :

SUBSIDI BBM UNTUK ORANG KAYA

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.