Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/04/2013, 14:11 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah wajib memberikan kompensasi untuk rakyat miskin yang terkena imbas jika kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dilaksanakan.

Menurut Presiden, inflasi pasti akan meningkat jika harga BBM naik. Jika tidak diproteksi dengan kebijakan kompensasi, kata dia, rakyat miskin akan mengalami persoalan dalam kehidupannya. Sebaliknya, bagi kalangan mampu, kenaikan BBM tidak terlalu berpengaruh.

Lantas apa kompensasi yang akan diberikan pemerintah? Presiden akan kembali mengambil kebijakan seperti periode pertama pemerintahannya, yakni dengan memberikan uang tunai kepada masyarakat. Jika dulu diberi nama bantuan langsung tunai (BLT), program nanti bernama bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM).

Adapula bantuan tunai lainnya, yakni beasiswa untuk rakyat miskin dengan uang tunai. Tak dijelaskan apakah uang tunai itu akan diberikan langsung ke siswa atau ke sekolah. Kompensasi tunai lain ialah program keluarga harapan. Adapun kompensasi di luar uang ialah seperti beras miskin dan program kesetiakawanan sosial dengan menggelar pasar murah.

Berapa besaran bantuan yang akan diberikan pemerintah? "Jawabannya tergantung berapa besar kenaikan BBM," kata Presiden ketika membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) 2013 di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (30/4/2013).

Acara itu dihadiri jajaran kabinet, gubernur, bupati/wali kota, dan pimpinan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di seluruh Indonesia.

Presiden menambahkan, pemerintah masih menghitung perkiraan inflasi untuk menetapkan harga baru BBM. Akan dilihat pula kemampuan anggaran negara. Pernyataan Presiden itu sekaligus membantah isu yang beredar bahwa harga baru BBM akan diumumkan sekaligus berlaku hari ini.

"Kapan harga BBM naik? Jawabannya bila dana kompensasi sudah siap. Begitu harga BBM naik, itu kita alirkan," pungkas Presiden.

Berita terkait dapat dibaca dalam topik: Subsidi BBM untuk Orang Kaya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.