Kompas.com - 29/04/2013, 14:32 WIB
|
EditorKistyarini

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Sebanyak 101 nelayan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mengikuti lomba perahu layar tradisional komodo dan perahu ketinting. Perlombaan ini digelar untuk memperingati Hari Bumi yang jatuh pada 22 April lalu, sekaligus persiapan acara Sail Komodo yang akan diselenggarakan pada September 2013 mendatang.

Ini merupakan perlombaan perahu layar tradisional pertama yang digelar sejak Kabupaten Manggarai Barat berdiri. Panitia mengusung tema "Lautku Rumahku" dengan harapan para nelayan dan masyarakat Manggarai Barat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

 

Kepala Badan Taman Nasional Komodo, Sustyo Iriyono kepada Kompas.com di sela-sela lomba perahu Layar di Pantai Pede, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Minggu (28/4/2013). Pada lomba ini, Iriyono menjelaskan, peserta harus menunjukkan kemampuannya dalam membaca arah angin dan mengendalikan layar.

Lomba ini diharapkan memotivasi nelayan untuk menggunakan armada dan alat tangkap yang ramah lingkungan, mempromosikan upaya menjaga kelestarian Taman Nasional Komodo serta mempromosikan Sampan Layar Tradisional dan perahu Ketinting lokal sebagai paket ekowisata selain untuk mengisi acara menyambut Sail Komodo 2013.

Dalam sambutannya Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dulla mengatakan, perlombaan perahu Layar tradisional juga merupakan bentuk kepedulian bagi para nelayan. Perlombaan ini diharapkan memberi dampak positif bagi peningkatan ekonomi nelayan dan wisata bahari di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Seperti diketahui Labuan Bajo sudah menjadi kota tujuan wisata internasional yang memiliki kekayaan alam, termasuk Komodo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya mengharapkan perlombaan ini dilaksanakan setiap satu sekali sebulan agar semua nelayan terlibat. Saya juga sangat kagum dengan perlombaan ini karena saya baru pertama kali melihat Perahu Ketinting," kata Agustinus.

Ketua Panitia Pelaksana Perlombaan Perahu Layar Tradisional Komodo, Florianus Surion Adu menjelaskan, kegiatan perlombaan ini juga menghibur masyarakat di Kota Labuan Bajo dan Manggarai Barat karena perlombaan ini sangat langka dan belum pernah dilaksanakan.

"Kami bekerja sama dengan para nelayan dari sejumlah pulau di sekitar Taman Nasional Komodo dan masyarakat Kampung Ujung Labuan Bajo serta nelayan Seraya Meranu, Papagarang, Rinca. Para nelayan sangat antusias dengan perlombaan yang melibatkan mereka dalam mengasah kemampuan berlayar," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.