Kompas.com - 27/04/2013, 08:45 WIB
EditorLaksono Hari W

BEKASI, KOMPAS.com - Rabu (24/4/2013) pukul 16.00, YI (8) dan AB (12) selesai berenang di danau galian Summarecon Bekasi, Margamulya, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat. Mereka berpapasan dengan Nur Afis Kurniawan (6) yang datang bersama LH (7) dan MAS (7) menuju danau galian untuk memancing.

Saat berpapasan itulah, YI menyatakan bahwa Nur Afis pernah berutang padanya Rp 1.000 dan YI menagihnya. Namun, Nur Afis menyanggahnya sehingga berujung perkelahian. YI yang tinggal di Harapan Jaya, Bekasi Utara, memang pernah bermain dengan Nur Afis, warga Harapan Mulya, Medan Satria.

Saat YI dan Nur Afis berkelahi, ketiga teman mereka menghindar dan menjauh. Dalam perkelahian itu, Nur Afis sempat mencakar YI. Namun, YI mendorong Nur Afis ke danau galian yang dalamnya sekitar 80 sentimeter. YI bahkan menceburkan diri lalu beberapa kali menenggelamkan Nur Afis.

Akibat ditenggelamkan, Nur Afis kehabisan napas sehingga mulut mengeluarkan ludah berbusa bercampur darah. Melihat itu, YI menghentikan aksinya. YI kemudian mengangkat korban dan berusaha menyelamatkan Nur Afis dengan menekan dada guna memicu jantung dan memberi napas buatan.

Karena Nur Afis tidak bereaksi, YI pun panik dan menceburkan korban ke danau galian lalu melarikan diri. YI tertangkap seusai bermain playstation di tempat persewaan di Pasar Kranji, Bekasi Barat, Jumat pukul 02.30.

"Pelaku mengaku pada awalnya ingin memberi pelajaran, tetapi ternyata malah berujung kematian korban," kata Kepala Kepolisian Resor Bekasi Kota Komisaris Besar Priyo Widyanto dalam jumpa pers, Jumat (26/4/2013).

Menurut Priyo, pelaku juga mengaku menenggelamkan Nur Afis karena terinspirasi dari film dan gim atau permainan. "Cara pelaku mencoba menyelamatkan korban juga dilihat dari film," kata Priyo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan penemuan jenazah anak laki-laki, Kamis (25/4/2013).

Ingin sandal

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Utara Komisaris Hersiantony, motif YI berbuat demikian karena tertarik memiliki sandal yang sore itu dikenakan Nur Afis. Ketika Nur Afis sudah tidak bernyawa, YI pun mengambil sandal Nur Afis dan melarikan diri dengan tidur di Pasar Kranji.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.