Kompas.com - 26/04/2013, 22:20 WIB
Penulis Adi Sucipto
|
EditorRobert Adhi Ksp

CIREBON, KOMPAS.com — Kerusakan jalan dan kemacetan lalu lintas dirasakan bisa melumpuhkan perekonomian warga. Waktu tempuh pengiriman barang menjadi lebih lama, dan biaya pengiriman jatuhnya lebih mahal.

Pengemudi truk yang biasa mengirimkan barang dari Surabaya ke Jakarta, Khatib, Jumat (26/4/2013), menuturkan, lima tahun lalu, dengan waktu tempuh 24 jam, barang sudah bisa dibongkar. Sekarang, bisa hampir dua kali 24 jam. "Jalannya rusak, kendaraan yang lewat lebih banyak dan rapat. Lalu lintas padat," tuturnya.

Saat ini risiko di jalan semakin bertambah. Selain ban kempis, pengemudi juga dihadapkan pada persoalan jalan rusak.

"Bagian dari kendaraan juga lebih mudah rusak karena jalan buruk, seperti ban mudah halus karena banyak ngerem. Sementara as roda lebih mudah patah karena jalan berlubang dan bergelombang," papar Khatib.

Yang jelas terasa, kapasitas dan lebar jalan tidak banyak berubah, tetapi volume kendaraan terus bertambah. Akibatnya jalan juga semakin mudah rusak apalagi berat muatan barang melebihi kapasitas normal.

Kerusakan jalan terlihat parah di wilayah Tuban, sebagian Rembang dan Pati Jawa Tengah. Rata-rata jalan bergelombang atau berlubang. Bahkan, saat hujan, lubang jalan menjadi kubangan yang menyulitkan pengendara. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X