Perempuan Tukang Sayur Jual Ratusan Pil Koplo - Kompas.com

Perempuan Tukang Sayur Jual Ratusan Pil Koplo

Kompas.com - 25/04/2013, 20:06 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Seorang perempuan tukang sayur, Ngadinah (51), harus berurusan dengan pihak kepolisian. Sebab, ia diketahui menjual ratusan butir pil koplo jenis Trihexyphenidyl. Ia kemudian ditangkap tim Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Semarang Barat.

Perempuan ini memasarkan barang itu secara terselubung di antara dagangan sayur mayur yang dibuka di kios depan tempat tinggalnya di Jalan Simongan, 49 RT 003 RW 008, Bojongsalaman, Semarang Barat. Biasanya pembeli merupakan anak-anak muda dan para pelajar.

Dari tangan tersangka diamankan 50 kotak pil Trihexyphenidyl 2 mg masing-masing berisi 500 butir. Ngadinah saat ini diamankan pihak kepolisian.

Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan mengatakan, pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk membongkar kasus ini.

"Biasanya digunakan sebagai penenang, tetapi seharusnya obat ini dijual dengan resep dokter dan ini tanpa izin edar," ujarnya saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Kamis (25/4/2013).

Kapolsek Semarang Barat Komisaris Yani Permana menambahkan, pihaknya saat ini masih berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang terkait kasus tersebut. Pelaku sementara dijerat Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Berdasarkan pengakuan pelaku, obat-obatan itu didapatkan dari seseorang bernama Agung. Ngadinah mengaku sudah menjual pil ini sejak dua bulan lalu.

"Saya hanya menjualkan. Saya tidak tahu dari mana asalnya. Saya hanya disetori oleh Agung. Per satu boks saya beli Rp 90.000, kemudian saya jual Rp 110.000," katanya.

Menurut Ngadinah, ia menyimpan obat-obatan itu di laci dalam kiosnya. Sementara di meja kios terdapat aneka sayur mayur, seperti bayam, sawi, kol, terung, dan lainnya. Menurut dia, rata-rata pembeli sudah langganan.

"Biasanya tahu dari teman-temannya yang sudah pernah membeli," ujarnya.


EditorFarid Assifa
Komentar

Terkini Lainnya

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

KPK Cegah 38 Anggota DPRD Sumatera Utara ke Luar Negeri

Nasional
Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra untuk Penumpangnya

Cerita Sopir Taksi Fachruroji, Terharu Dapat Voucer Makan karena Beri Jamuan Ekstra untuk Penumpangnya

Megapolitan
Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Viral, Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Regional
Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Azyumardi Azra: Kantor Pemerintahan hingga Rumah Ibadah Tak Boleh Jadi Alat Politik Kekuasaan

Nasional
Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Gatot Nurmantyo: Indonesia Memiliki Modal untuk Menjadi Bangsa Besar

Nasional
Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Dewan Keamanan PBB akan Berkunjung ke Rakhine Pekan Depan

Internasional
Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Jarang Singgung Selebriti di Twitter, Kali Ini Trump Sebut Kanye West

Internasional
Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

Cerita Kopi Dunia asal Indonesia yang Akhirnya Masuk Warung Pinggir Jalan

BrandzView
KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

KPAI Terima Pengaduan Orangtua dan Siswa yang Kesal dengan UNBK SMP/Sederajat

Nasional
Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Kasus Zumi Zola, KPK Lakukan Penyitaan Dokumen Proyek dan Keuangan

Nasional
Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Pengeboran Minyak yang Meledak di Aceh Timur Sudah Jadi Mata Pencarian Ribuan Warga

Regional
Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Cemburu dan Marah di Balik Pembunuhan dengan Modus Menabrak di Tambora

Megapolitan
Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans 'Black Campaign'

Cak Imin Anggap Isu Korupsi di Kemenakertrans "Black Campaign"

Nasional
Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Berita Populer: Propaganda Korut, hingga Pelajar Rusia di Luar Negeri Diimbau Pulang

Internasional
Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Elektabilitas Masih Rendah, Cak Imin Anggap Itu Motivasi

Nasional

Close Ads X