Kompas.com - 25/04/2013, 07:56 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kabareskrim Komjen (Purn) Susno Duadji diminta untuk berbesar hati menaati proses hukum yang ada. Susno diminta tidak melibatkan aparat kepolisian dalam menghadang aparat kejaksaan saat eksekusi dilakukan.

"Meskipun kami sangat memahami kasus ini muncul karena reaksi balik dari mafia hukum yang dilaporkannya, tapi sebagai mantan pejabat tinggi Polri, Susno haruslah tetap memberi contoh bagaimana taat pada hukum," ujar Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, Martin Hutabarat, di Jakarta, Kamis (25/4/2013). Dia menilai perlawanan yang berlarut-larut dan disiarkan pula secara luas oleh pers akan memberi kesan negatif terhadap citra Susno sendiri.

"Sebaiknya Susno berbesar hati menaati eksekusi hukumnya dan tidak perlu menyeret-nyeret institusi Kepolisian terlibat untuk  dalam kasus ini," kata Martin.

Tragis

Di luar soal polemik eksekusi SUsno, Martin melihat nasib Susno memang tragis. Mantan Kabareskrim ini diperkarakan oleh institusinya sendiri dengan tuduhan menerima suap. Padahal justru Susno yang awalnya membongkar dan menyampaikan keberadaan mafia hukum di kepolisian, pada Komisi III DPR dan Presiden.

Gayus Tambunan serta Bahasyim pun yang tadinya sudah dinyatakan tak bersalah dalam penyidikan Mabes Polri, di kemudian hari terbukti memang terlibat korupsi berskala besar. "Tapi nasib yang dialami Susno sekarang, menyedihkan karena ia malah dijerat hukum oleh oknum-oknum mafia hukum yang dilaporkannya," ujar Martin.

Susno gagal dieksekusi

Tim jaksa eksekutor mendatangi kediaman Susno di Jalan Dago Pakar Nomor 6, Kelurahan Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (24/4/2013) sekitar pukul 10.20 WIB. Susno dan jaksa sempat bersitegang karena Susno menolak dieksekusi.

Kuasa hukum Susno, Fredrich Yunadi, dan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra pun mendatangi kediaman Susno. Massa dari organisasi masyarakat juga memenuhi kediaman mantan Kapolda Jabar itu.

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, Susno dibawa ke Mapolda Jabar pada Rabu (24/4/2013) sore. Perdebatan antara jaksa dan Susno pun berlanjut di sana. Namun, tim jaksa akhirnya menyatakan akan menjadwal ulang eksekusi Susno.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UU IKN Diterima Setneg, Faldo: Setelah Diteken, Bisa Lanjut Dibahas Turunannya

    UU IKN Diterima Setneg, Faldo: Setelah Diteken, Bisa Lanjut Dibahas Turunannya

    Nasional
    Kemenkes Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Gratis Ditanggung Negara

    Kemenkes Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Pasien Covid-19 Gratis Ditanggung Negara

    Nasional
    KSAU Sebut Pesawat Tempur TNI AU Kini Tak Harus Izin Singapura Jika Melintasi Kepri

    KSAU Sebut Pesawat Tempur TNI AU Kini Tak Harus Izin Singapura Jika Melintasi Kepri

    Nasional
    Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Anggota Komisi I Sebut Belum Ada Usulan Ratifikasi DCA

    Singapura Boleh Latihan Militer di Langit Indonesia, Anggota Komisi I Sebut Belum Ada Usulan Ratifikasi DCA

    Nasional
    Bareskrim Polri Akan Jadwalkan Pemeriksaan Kedua Edy Mulyadi dalam Waktu Dekat

    Bareskrim Polri Akan Jadwalkan Pemeriksaan Kedua Edy Mulyadi dalam Waktu Dekat

    Nasional
    Ketua Ikatan Dokter Anak Minta Pembelajaran Jarak Jauh Dilaksanakan Serentak Selama 2 Pekan

    Ketua Ikatan Dokter Anak Minta Pembelajaran Jarak Jauh Dilaksanakan Serentak Selama 2 Pekan

    Nasional
    UU IKN Diterima Setneg, Faldo: Kami Harap Dapat Jadi Solusi Persoalan Negara

    UU IKN Diterima Setneg, Faldo: Kami Harap Dapat Jadi Solusi Persoalan Negara

    Nasional
    Kasus Omicron Meningkat, PGRI Minta Pemerintah Lakukan PTM 50 Persen

    Kasus Omicron Meningkat, PGRI Minta Pemerintah Lakukan PTM 50 Persen

    Nasional
    Omicron di Jakarta Meningkat, Pangdam Jaya Segera Tambah Kapasitas Isolasi Wisma Atlet Pademangan

    Omicron di Jakarta Meningkat, Pangdam Jaya Segera Tambah Kapasitas Isolasi Wisma Atlet Pademangan

    Nasional
    Edy Mulyadi Tak Hadiri Panggilan Pemeriksaan Bareskrim Polri Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

    Edy Mulyadi Tak Hadiri Panggilan Pemeriksaan Bareskrim Polri Terkait Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

    Nasional
    Edy Mulyadi Dilaporkan Kasus Ujaran Kebencian, Kuasa Hukum Nilai Ada Provokator

    Edy Mulyadi Dilaporkan Kasus Ujaran Kebencian, Kuasa Hukum Nilai Ada Provokator

    Nasional
    Penutupan 90 Sekolah di Jakarta karena Kasus Omicron, KSP: Jangan Panik Berlebih

    Penutupan 90 Sekolah di Jakarta karena Kasus Omicron, KSP: Jangan Panik Berlebih

    Nasional
    Marsdya Andyawan Resmi Jabat Komando Operasi Udara Nasional

    Marsdya Andyawan Resmi Jabat Komando Operasi Udara Nasional

    Nasional
    Danjen Kopassus Tegaskan Eggi Sudjana Bukan Bagian Korps Baret Merah

    Danjen Kopassus Tegaskan Eggi Sudjana Bukan Bagian Korps Baret Merah

    Nasional
    Dicari Warga Sipil yang Bisa Jadi Personel Komcad di Kapal Perang, Ini Caranya

    Dicari Warga Sipil yang Bisa Jadi Personel Komcad di Kapal Perang, Ini Caranya

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.