Kompas.com - 24/04/2013, 22:15 WIB
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua Majelis Dewan Syuro Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra menilai, eksekusi Susno Duadji yang saat ini masih alot, dikhawatirkan mempengaruhi opini pemilih terhadap pencalonan Susno.

" Bisa saja mempengaruhi opini pemilih. Karena ini (Bandung-Cimahi, red) adalah daerah pemilihan beliau," kata Yusril saat ditemui di rumah Susno di Jalan Dago Pakar Raya Nomor 6, Kelurahan Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu (24/4/2013).

Lebih lanjut Yusril menambahkan, hingga saat ini Partai Bulan Bintang belum bisa mengambil keputusan terkait pencalonan Susno sebagai caleg untuk 2014 mendatang. Pasalnya, Susno saat ini belum secara mutlak terpilih sebagai calon tetap.

"Sampai sekarang pak Susno baru masuk daftar calon sementara dan PBB belum dapat bersikap apa-apa," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Yusri Ihza Mahendra yang juga mantan Menteri Hukum dan HAM ini datang mengunjungi rumah Susno Duadji di Bandung. Yusril menduga, Susno menjadi korban praktik kesewenang-wenangan Kejaksaan Tinggi.

"Pada eksekusi hari ini, jaksa ingin melakukan eksekusi dengan alasan ada perintah dari atasan. Eksekusi harusnya sesuai dengan undang-undang, bukan perintah atasan," tegas Yusril, Rabu (24/4/2013).

Lebih lanjut Yusril mengatakan, Kejaksaan tinggi tidak dapat melakukan eksekusi atas dasar perintah atasan. Karena kejaksaan, menurutnya, berbeda dengan instansi seperti militer dan polisi yang bertindak sesuai perintah atasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau memang Kejaksaan tetap memaksakan eksekusi, maka hal tersebut jelas melanggar Pasal 303 KUHAP yang sengaja merampas kemerdekaan orang," bebernya.

Yusril pun mendukung Susno jika ingin melaporkan hal tersebut ke kepolisian. "Pihak pak Susno nantinya akan menyampaikan ke kepolisian kalau ada orang yang bertindak sewenang-wenang sebagai jaksa yang dengan sengaja mengeksekusi orang yang tidak bisa dieksekusi," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.