Kompas.com - 24/04/2013, 22:13 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian hanya memfasilitasi perdebatan antara pihak kejaksaan dan terpidana kasus korupsi Susno Duadji yang menolak dieksekusi. Perdebatan itu dilakukan di Markas Polda Jawa Barat sejak Rabu (24/4/2013) sore.

"Kami tidak terlibat dalam pembicaraan. Mereka negosiasi di lantai bawah. Kami hanya menjaga, jangan sampai ada keributan," ujar Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Tubagus Anis Angkawijaya saat dihubungi, Rabu malam.

Dia mengatakan, perdebatan dilanjutkan di Mapolda Jabar setelah upaya eksekusi dari kediaman Susno, yang mantan Kapolda Jabar, gagal. Sejumlah massa dari organisasi masyarakat juga mendatangi kediaman Susno di Bandung. Kepolisian khawatir terjadi kericuhan antara pihak Jaksa eksekutor dan pendukung Susno.

"Kan awalnya itu di rumah. Pak Susno enggak mau ke luar kamar sebelum ada pengacara-pengacaranya. Kemudian jaksa terus mengupayakan eksekusi. Tadi ada juga ormas apa itu yang hijau-hijau. Biar aman enggak ribut-ribut dibawa ke Polda," terangnya.

Dia mengaku sempat menolak permintaan Susno untuk dibawa ke Mapolda Jabar dan menyarankan ke Polrestabes yang berada tak jauh dari kediaman Susno. Namun, pihak Susno menolak. "Saya dorong ke Polrestabes karena lebih dekat, tapi enggak mau. Maunya di Mapolda. Akhirnya saya persilakan, tapi jangan ribut-ribut. Namanya ini kan lembaga hukum," katanya.

Sebelumnya, Kejati DKI Jakarta dan Jabar serta Kejari Bandung mendatangi kediaman Susno di Jalan Dago Pakar Raya Nomor 6, Kelurahan Mekarsaluyu, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Rabu siang. Namun, mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu bersikeras tidak dapat dieksekusi.

Eksekusi Susno

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Eksekusi terhadap Susno dilakukan setelah Mahkamah Agung (MA) menolak pengajuan kasasi Susno. Dengan putusan ini, Susno tetap dibui sesuai vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, yakni selama tiga tahun enam bulan. Hakim menilai Susno terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan pemilihan kepala daerah Jawa Barat. Ia sudah tiga kali tak memenuhi panggilan eksekusi Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Susno menyatakan dirinya tidak dapat dieksekusi dengan berbagai alasan.

Ia menyatakan, putusan MA yang menolak kasasinya tidak mencantumkan perintah penahanan 3 tahun 6 bulan penjara. Putusan MA hanya tertulis menolak permohonan kasasi dan membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 2.500.

Susno juga menilai bahwa putusan Pengadilan Tinggi Jakarta cacat hukum karena salah dalam menuliskan nomor putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dengan sederet argumen itu, Susno menganggap kasusnya telah selesai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Aturan Baru Pembatasan Saat Nataru Masih Disusun, Kemendagri: Maksimal Terbit Besok

    Aturan Baru Pembatasan Saat Nataru Masih Disusun, Kemendagri: Maksimal Terbit Besok

    Nasional
    Draf RUU TPKS Atur Kekerasan Seksual Digital, Ancaman Pidana 4-6 Tahun

    Draf RUU TPKS Atur Kekerasan Seksual Digital, Ancaman Pidana 4-6 Tahun

    Nasional
    Diresmikan Jokowi, Pembangunan Bandara Tebelian Kalbar Berbiaya Rp 518 Miliar

    Diresmikan Jokowi, Pembangunan Bandara Tebelian Kalbar Berbiaya Rp 518 Miliar

    Nasional
    Persilakan Jaksa Bacakan Dakwaan, Munarman Klaim sebagai Bentuk Toleransi

    Persilakan Jaksa Bacakan Dakwaan, Munarman Klaim sebagai Bentuk Toleransi

    Nasional
    PPKM Level 3 Nataru Batal, Polri Tetap Siapkan Titik Penjagaan

    PPKM Level 3 Nataru Batal, Polri Tetap Siapkan Titik Penjagaan

    Nasional
    Kasus Positif Kian Melandai, Pemerintah Tetap Dorong Peningkatan Testing Covid-19

    Kasus Positif Kian Melandai, Pemerintah Tetap Dorong Peningkatan Testing Covid-19

    Nasional
    Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tebelian Sintang Kalbar

    Presiden Jokowi Resmikan Bandara Tebelian Sintang Kalbar

    Nasional
    Satgas Covid-19: Pembatasan WNA Merupakan Upaya Menyelamatkan Umat Manusia

    Satgas Covid-19: Pembatasan WNA Merupakan Upaya Menyelamatkan Umat Manusia

    Nasional
    Hakim Kabulkan Permintaan Munarman untuk Sidang Tatap Muka

    Hakim Kabulkan Permintaan Munarman untuk Sidang Tatap Muka

    Nasional
    CDC Sebut RI Berisiko Rendah Covid-19, Kemenkes: Kabar Baik bagi Kita

    CDC Sebut RI Berisiko Rendah Covid-19, Kemenkes: Kabar Baik bagi Kita

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Pertimbangan Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru | Aturan Pembatasan Sosial Saat Libur Nataru

    [POPULER NASIONAL] Pertimbangan Pemerintah Batal Terapkan PPKM Level 3 Saat Nataru | Aturan Pembatasan Sosial Saat Libur Nataru

    Nasional
    PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Dinilai Labil Membuat Kebijakan

    PPKM Level 3 Dibatalkan, Pemerintah Dinilai Labil Membuat Kebijakan

    Nasional
    Densus 88 Tahan Farid Okbah dkk

    Densus 88 Tahan Farid Okbah dkk

    Nasional
    Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar Saat Tangkap Bupati Musi Banyuasin

    Periksa Istri Alex Noerdin, KPK Dalami Uang Rp 1,5 Miliar Saat Tangkap Bupati Musi Banyuasin

    Nasional
    KSAD Dudung Dukung Penuh Program Pemerintah untuk Papua

    KSAD Dudung Dukung Penuh Program Pemerintah untuk Papua

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.