Oknum Polisi Diduga Terlibat Kasus Perkosaan dan Pembakaran Siswi SMK

Kompas.com - 24/04/2013, 17:15 WIB
|
EditorFarid Assifa

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Salah satu dari tujuh tersangka perkosaan, pembunuhan sekaligus pembakaran terhadap Priya Pustipa Restanti (16), siswi SMK YPPK Maguwoharjo, Depok, adalah oknum polisi berpangkat brigadir polisi tingkat satu (briptu). Oknum tersebut diketahui masih aktif bertugas di Polsek Kalasan, Sleman.

Kepala Polres Sleman AKBP Hery Sutrisman membenarkan informasi bahwa ada salah satu oknum polisi yang diduga terlibat dalam perbuatan sadis itu. Walau demikian, ia mengungkapkan bahwa masih perlu penyidikan lebih lanjut mengenai sejauh mana keterlibatan dan peran oknum polisi berinisial Hrd itu.

"Hrd (53) diamankan pada Sabtu (20/4/2013) lalu dan masih menjalani pemeriksaan oleh Propam Polres Sleman," terangnya, Rabu (24/4/2013).

Hery menjelaskan, berdasarkan keterangan kelima tersangka, Hrd memang saat kejadian berada di lokasi. Namun, perihal ia ikut memerkosa korban atau tidak, polisi masih mendalaminya.

"Beberapa pelaku memberi keterangan ia (Hrd) ikut memerkosa. Namun, beberapa lagi mengatakan tidak," ungkapnya.

Menurutnya, bisa juga Hrd berperan sebagai pemberi ide membakar tubuh korban untuk menghilangkan barang bukti. Meski demikian, hal itu masih merupakan dugaan dan belum bisa disimpulkan.

"Akan kita periksa apakah memang Hrd yang menyusun rencana itu (pembakaran untuk menghilangkan barang bukti)," papar Hery.

Jika terbukti bersalah, maka oknum tersebut akan dijatuhi sanksi disiplin Polri dan diproses secara hukum. "Kita akan profesional dalam mengungkap kasus ini. Penyelidikan akan dilakukan secara maraton biar segera terungkap," ungkapnya.

Soal motif pembunuhan, Hery menyatakan bahwa pihaknya belum bisa menyimpulkan itu secara pasti. Pasalnya, dari penyidikan terhadap para tersangka, keterangan yang dihasilkan masih simpang siur. "Akan kita coba dalami dari tersangka CA yang baru tadi malam kita tangkap. Semoga bisa terkuak motif sebenarnya dari tersangka ini," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.