Kompas.com - 23/04/2013, 18:39 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Heri Wardoyo, Wakil Bupati Tulang Bawang yang juga Ketua Tim Penyelesaian Konflik di tambak Centra Pertiwi Bahari (CPB) mengaku terkejut dengan penangkapan Ketua Forsil Bratasena Cokro Edi Prayitno.

"Jangankan kami di pihak pemerintah, Kepala Polres Tulang Bawang (AKBP Shobarmen) juga kaget dengan penangkapan oleh Polda (Lampung) itu. Tongkat dan ponsel beliau aja sempat tertinggal di rapat," ujar Heri Wardoyo.

Heri pun lalu menjelaskan kronologis penangkapan Cokro Edi. Ia ditangkap usai rapat lanjutan mediasi yang dihadiri unsur dari pemerintahan, aparat hukum, Forsil, kelompok Petambak Peduli Kemitraan (P2K) dan manajemen PT Central Pertiwi Bahari itu.

"Rapat memang masih deadlock, para pihak belum menandatangani perdamaian karena belum adanya kesepakatan dalam satu poin. Pulangnya, pak Cokro keluar dulu. Lalu, saat ingin diwawancara wartawan, ia sudah dikelilingi sejumlah anggota Polda Lampung. Ia lalu dibawa ke dalam mobil Avanza," ujar Heri.

Menurutnya, penangkapan oleh penyidik Polda Lampung ini justru kontra produktif dan kian menyulitkan proses perdamaian antara pihak terkait. "Situasi kini kembali menegang," ujarnya.

Di dalam mediasi itu, perwakilan Forsil, termasuk Cokro Edi, sempat meminta agar polisi tidak meneruskan proses penyidikan di mana empat anggota Forsil telah ditetapkan sebagai tersangka. Heri pun berpandangan, proses perdamaian semestinya diprioritaskan dahulu.

"Namun, kami tidak bisa mengintervensi soal hukum ini karena itu domain kepolisian. Inilah yang membuat mediasi masih buntu. Yang bisa kami lakukan kini adalah menyarankan isteri atau keluarga Cokro untuk mengajukan penangguhan penahanannya. Kami akan memfasilitasi, termasuk meminta perusahaan untuk lebih melunak," ujarnya.

Setelah hal ini disampaikannya bersama Kapolres Tuba Shobarmen, sore tadi, para petambak yang sempat bertahan di Kantor Pemkab Tuba mulai membubarkan diri dan kembali ke Dente Teladas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.