Kompas.com - 22/04/2013, 21:01 WIB
|
EditorFarid Assifa

KENDARI, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Resor Kota Kendari meringkus empat orang pengedar uang palsu. Tiga pelaku di antaranya masih pelajar salah satu SMA di Kota Kendari.

Kasus ini terungkap saat Topan (16) dan Kesar (16) membeli rokok dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp 50.000 di salah satu kios di seputaran THR sekitar pukul 23.00 Wita. Pemilik kios rupanya telah curiga kepada kedua pelajar itu, karena pada malam sebelumnya keduanya pernah membelanjakan uang palsu pecahan Rp 50.000 dengan sebungkus rokok.

Tak ingin ditipu untuk kedua kalinya, pemilik kios pun berpura-pura mendekati mereka, lalu langsung menangkapnya sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar. Untungnya, kedua pelaku tak menjadi bulan-bulanan warga sekitar.

Saat ditanya dari mana uang tersebut diperoleh, keduanya mengaku bahwa mereka hanya diperintahkan oleh rekannya yang bernama Davin (16), warga Kelurahan Lepolepo untuk membeli sebungkus rokok. Setelah itu, masyarakat melaporkan kasus tersebut ke Polres Kendari.

Aparat kepolisian kemudian menjemput Davin di kediamannya. Selanjutnya, Davin, Topan, dan Kesar digiring ke Markas Polres Kendari untuk dimintai keterangan.

Di hadapan polisi, ketiga pelaku mengaku, uang palsu itu diperoleh dari seseorang bernama Imran (24) yang berdomisili di BTN Kehutanan, Lepolepo, Kota Kendari. Lalu tepat pukul 23.30 Wita, polisi menciduk Imran. Namun sayangnya, dua rekan Imran berinisial AS dan NH kabur.

Imran tak bisa berkutik saat dibekuk karena polisi sudah menemukan barang bukti berupa printer beserta uang palsu sebanyak Rp 100.000. Imran hanya bisa pasrah saat dibawa ke dalam mobil untuk digelandang ke kantor polisi.

Imran yang ditemui di Polres Kendari Senin (22/4/2013) mengaku dirinya merupakan salah satu pembuat uang palsu. Namun, bukan pelaku utama. Ia mengaku hanya menuruti saran temannya, NH, dan menyaksikan cara mencetak uang palsu tersebut.

"Saya melihat teman saya NH, memasukan uang asli ke printer warna. Dari total yang berhasil dicetak pada saat itu Rp 1.000.000. Setelah dicetak, upal kemudian dipotong-potong menjadi pecahan Rp 50.000," katanya sambil mempraktikkan cara mencetak uang palsu.

Ia mengaku, uang palsu Rp 1.000.000 itu kemudian dibagi dua dengan rekannya. Agar mendapat keuntungan dari usahanya, ia memanfaatkan tiga temannya untuk membelanjakan uang palsu tersebut guna mendapatkan kembalian uang asli.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kendari AKP Rofikoh Yunianto membenarkan penangkapan tersangka pencetak dan pengedar uang palsu. Penangkapan itu dilakukan pada Sabtu (20/4/2013) akhir pekan lalu.

Menurut Rofiqoh, dari empat pengedar upal, tiga di antaranya masih berstatus pelajar di salah satu SMA di Kota Kendari. Kasus uang palsu ini diungkap berdasarkan laporan dari masyarakat yang saat itu berhasil mencegat dua pelaku saat membelanjakan uang palsu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.