Kompas.com - 20/04/2013, 10:26 WIB
EditorAgus Mulyadi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Unit Pelayan Teknis Hujan Buatan (UPTHB) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) mengupayakan hujan buatan, untuk mengatasi kekeringan di Sumatera.

"Memang benar, ada upaya dilakukannya hujan buatan untuk mengantisipasi kekeringan di waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang ada di Sumatera termasuk Riau," kata General Manager (GM) PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR), Doddy B Pangaribuan, di Pekanbaru, Sabtu (20/4/2013).

Dia mengatakan, ada sejumlah wilayah pembangkit yang diantisipasi saat musim kemarau tiba, khususnya pada tahun 2013.

Di antaranya, kata Doddy yakni waduk PLTA Singkarak dan Kotopanjang yang berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat berbatasan dengan Provinsi Riau.

Untuk melancarkan upaya hujan buatan tersebut, demikian Doddy, pihaknya juga telah melayangkan surat ke pihak Pemerintah Provinsi Riau khususnya kepada Gubernur Riau HM Rusli Zainal.

"Pada dasarnya, surat tersebut berisikan izin prinsip agar sewaktu-waktu diperlukan, maka upaya hujan buatan dapat segera dilaksanakan dengan maksimal," katanya.

Informasi dari pihak PLN, selain menggandeng kerja sama dengan pihak BPPT, Perusahaan Listrik Negara juga melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam memantau kondisi cuaca melalui teknologi radar yang dimiliki lembaga itu.

"Upaya hujan buatan sebenarnya telah dilaksanakan sejak dua pekan ini, dan mungkin akan terus berlanjut hingga dua pekan kedepan," kata petugas BMKG Pusat, Ari, yang ditemui di Pekanbaru.

Dia mengatakan, pada pekan pertama pihaknya bersama BPPT telah melaksanakan upaya hujan buatan di wilayah perbatasan Riau dengan Sumatera Barat. "Penaburan benih hujan seperti garam telah dilaksanakan dengan baik, dan kami sebagai lembaga informasi terus menginformasikan hal-hal yang diperlukan," ujarnya.

PLTA Kotopanjang merupakan salah satu pembangkit utama berkapasitas 114 megawatt (MW), yang menjadi penyuplai energi listrik untuk wilayah sebagian Provinsi Riau melalui sistem interkoneksi.

Waduk penampung air sebagai sumber dasar energi PLTA ini setiap tahunnya ketika kemarau selalu mengalami kekeringan, hingga membuat tiga turbin pembangkit tidak mampu bekerja secara maksimal.

Doddy menjelaskan, tiga turbin yang berada di PLTA Kotopanjang masing-masing menghasilkan energi listrik sebanyak 38 MW.

Biasanya, kata Doddy, ketika waduk mengalami kekeringan, satu hingga dua turbin tidak dapat bekerja hingga terjadi defisit energi listrik yang menyebabkan terjadinya pemadaman bergilir.

"Untuk itu, kami selalu mengantisipasinya setiap tahun dengan upaya hujan buatan agar saat kemarau, kondisi debit air di waduk PLTA dapat tetap terjaga," katanya.

Sumber: Antara

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.