Kompas.com - 20/04/2013, 09:53 WIB
EditorEgidius Patnistik

BEIJING, KOMPAS.com Sebuah gempa dangkal berkekuatan 6,6 yang mengguncang Provinsi Sichuan di China barat daya, Sabtu (20/4), telah menyebabkan ratusan orang tewas atau cedera, kata para pejabat provinsi itu.

"Gempa di Ya’an, Lushan, telah mencederai atau menewaskan ratusan orang," kata badan kegempaan Sichuan, seperti dikutip sebuah situs pemerintah. Sementara itu, menurut CNN, korban tewas sejauh ini tercatat tiga orang, dan ratusan lainnya cedera.

Badan Survei Geologi AS atau US Geological Survey (USGS) mengatakan bahwa gempa tersebut berkuatan 6,6. Namun, ahli gempa lokal mencatat gempa itu berkekuatan 7,0.

USGS di situsnya mengatakan gempa itu kemungkinan menimbulkan "korban yang signifikan". "Kerusakan dan bencana sekala luas kemungkinan terjadi," kata USGS. "Sejumlah peristiwa di masa lalu dengan tingkat peringatan seperti ini telah membutuhkan respons, baik dengan tingkat nasional maupun internasional."

Gempa itu terjadi lima tahun setelah sebuah gempa besar mengguncang daerah yang sama.

Gempa yang terjadi beberapa saat setelah pukul 08.00 waktu setempat (atau pukul 07.00 WIB) di kedalaman 12 kilometer itu menimbulkan kepanikan penduduk. Warga berhamburan ke jalan-jalan, beberapa masih dalam pakaian tidur.

Kantor berita resmi china, Xinhua, mengatakan bahwa gempa tersebut dirasakan di ibu kota provinsi Chengdu, 114 kilometer dari titik gempa. Masih menurut Xinhua, 2.000 tentara telah dikerahkan ke lokasi gempa.

Tahun 2008, provinsi itu mengalami salah satu gempa bumi terburuk di negara itu selama beberapa dekade. Ketika itu, sekitar 87.000 orang hilang atau tewas. Gempa yang melanda barat-barat laut Chengdu itu menyedot banyak dukungan. Para relawan bergegas ke lokasi kejadian untuk memberikan bantuan. Perdana menteri China saat itu, Wen Jiabao, berkunjung ke lokasi.

Gempa itu memicu kemarahan publik setelah ada sejumlah penemuan bahwa banyak sekolah roboh, sementara bangunan lain tidak. Hal itu menimbulkan kecurigaan tentang korupsi dan penyunatan anggaran konstruksi bangunan publik. Kematian anak-anak menjadi subyek sensitif dan tabu di media China dan situs media sosial yang sangat dikendalikan pemerintah.

Gempa bumi sering mengguncang wilayah barat daya China. Gempa bumi kembar menggoyang Provinsi Yunnan, September lalu, yang memicu tanah longsor dan sedikitnya 80 orang tewas. Rumah-rumah roboh dan orang-orang tidur di luar karena takut gempa susulan, sementara pekerja darurat berjuang untuk membersihkan jalan yang tertutup tanah longsor.

Sebuah gempa berkekuatan 5,5 di Yunnan pada Juni lalu menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 100 orang. Gempa lain yang berkekuatan 5,4 terjadi pada tahun sebelumnya di dekat perbatasan dengan Myanmar. Sebanyak 25 orang tewas dan 250 orang lainnya luka-luka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.