Kompas.com - 19/04/2013, 11:55 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum memutuskan kebijakan soal pengendalian harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, dalam akun Twitter-nya (@SBYudhoyono), Presiden "berkicau" tentang alasan lamanya memutuskan kebijakan tersebut.

"Keputusan terkait BBM adalah keputusan yang paling berat karena saya tahu persis akibat yang harus ditanggung oleh masyarakat," tulis Presiden dalam akun Twitter-nya, Kamis (18/4/2013) malam.

Presiden mengaku pilihan yang diambil nanti adalah pilihan dengan konsekuensi beban minimal bagi masyarakat. Oleh karena itulah mengapa keputusan ini memerlukan waktu.

Presiden juga menulis bahwa apa pun pilihan yang diambil harus menjadikan ekonomi domestik bisa lebih kuat dan tidak membebani pemerintah berikutnya.

Seperti diberitakan, saat ini pemerintah sedang mempertimbangkan menaikkan harga BBM bersubsidi khusus untuk mobil pribadi dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter. Sementara harga BBM bersubsidi untuk sepeda motor dan angkutan umum tetap.

Nantinya ada pengaturan penjualan BBM bersubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pertamina dan perusahaan distributor BBM nanti akan menyediakan SPBU terpisah secara khusus untuk mobil pribadi dan sepeda motor atau angkutan umum. Namun, usulan ini masih sebatas wacana. Presiden direncanakan akan mengumumkan kebijakan pengendalian BBM bersubsidi ini pada Mei mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.