Kompas.com - 18/04/2013, 14:05 WIB
|
EditorNasru Alam Aziz

MALANG, KOMPAS.com -- Warga Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur, menemukan lumpang dan dolmen yang diduga peninggalan zaman prasejarah.

"Sudah banyak penemuan di sini. Mulai tahun 1993 ditemukan yoni, tahun 2006 ada arca temuan tahun 1960-an yang akhirnya dijual, hingga yang sekarang ini ditemukan adalah batu dolmen dan lumpang," ungkap Ketua RW 1 Bakalankrajan Sukun, Endro Sariatmoko, Kamis (18/4/2013).

Batu dolmen dan lumpang tersebut ditemukan tersebar di halaman rumah warga. Saat ini batu-batuan tersebut disimpan di halaman balai RW 1, dikumpulkan dengan temuan Yoni yang sudah ditemukan pada tahun 1993.

Dosen sejarah IKIP Budi Utomo Malang, Suwardono menjelaskan, dolmen atau meja batu biasanya digunakan sebagai altar persembahan bagi warga pada zaman prasejarah. Adapun lumpang merupakan alat penumbuk padi untuk persembahan. Semuanya merupakan penanda kesuburan di wilayah tersebut.

"Dengan ditemukannya yoni, arca, batuan candi, serta lumpang dan dolmen, bisa diduga daerah tersebut dahulunya adalah kawasan pemukiman. Di kawasan ini juga diduga ada candi, mengingat ditemukan yoni dan batuan candi yang merupakan inti sebuah candi," papar Suwardono.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X