Kompas.com - 16/04/2013, 17:27 WIB
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com — Kebiasaan menyimpang Moch Hasan Ahmad alias Ihsan (44), anggota DPRD Kabupaten Sampang dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yang terlibat kasus pencabulan beberapa anak di bawah umur, ternyata sudah terpantau oleh partainya. Bahkan, dia pernah diperingatkan keras oleh partainya.

Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa Noer saat dikonfirmasi pada Selasa (16/4/2013) menjelaskan, sebelum kasus itu mencuat, politisi asal Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Sampang, itu bahkan pernah diusulkan untuk dicopot dari Fraksi PPP DPRD Sampang.

''Ihsan dilaporkan sering meninggalkan tugas-tugas sebagai anggota dewan, tidak pernah ikut rapat partai, bahkan tidak pernah menjalin komunikasi dengan konstituennya di sana,'' kata Musyaffa.

Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti fakta itu dengan merencanakan pemecatan resmi terhadap Ihsan. ''Selain melanggar AD/ART partai, Ihsan juga dinilai melanggar syariat Islam karena kami adalah partai Islam yang menjunjung syariat Islam,'' katanya.

Ihsan tertangkap basah di sebuah hotel di Surabaya utara dengan barang bukti pendukungnya. Polisi juga menangkap dua perempuan, yakni Dea Ayu (20) dan Dini Rahmawati (22), yang diduga sebagai mucikari yang menyediakan perempuan bagi Ihsan untuk dinikahi secara siri agar terhindar dari hukum agama.

Ihsan menikahi korbannya di atas mobil dengan dibantu seorang tokoh agama dan dua saksi. Dari total sembilan korbannya, sampai hari ini, ada tiga yang melapor, yakni ASR (16), NTC (16), dan SDH (16). Ketiganya adalah warga Surabaya dan masih berstatus pelajar SMP. Ihsan memberikan uang senilai Rp 2 juta kepada setiap korbannya setelah ditiduri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.