Jateng Targetkan Turunkan Titik Api

Kompas.com - 16/04/2013, 03:25 WIB
Editor

Karanganyar, Kompas - Provinsi Jawa Tengah menargetkan penurunan kasus kebakaran hutan pada 2013. Berbagai upaya mulai dilakukan untuk mewujudkan target tersebut, antara lain sosialisasi, patroli, dan kampanye penyadaran.

Berdasarkan pengalaman yang ada, kebakaran hutan banyak disebabkan ketidakdisiplinan atau ketidaksengajaan, seperti membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan. ”Kami berupaya menekankan peningkatan kedisiplinan untuk pencegahan kebakaran hutan,” kata Gubernur Jateng Bibit Waluyo dalam apel siaga kebakaran hutan tahun 2013 di Dusun Sinongko, Desa Gedong, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Senin (15/4). Hadir pula Bupati Karanganyar Rina Iriani serta 600 peserta apel dari berbagai elemen masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jateng Oman Djuharna mengungkapkan, pada tahun 2012 sekitar 926,7 hektar hutan di Jateng yang terbakar. Saat itu timbul 473 titik api tersebar di berbagai lokasi. Untuk tahun 2013, kebakaran itu ingin dikendalikan optimal sehingga penyebaran titik api tidak lebih dari 280 lokasi. Luas hutan di Jateng saat ini lebih kurang 647.000 hektar.

Oman menuturkan, sekitar 98 persen penyebab kebakaran hutan adalah perilaku manusia. ”Kebakaran banyak disebabkan karena ketidakdisiplinan. Saat mendaki gunung, kemping, atau rekreasi, lalu buang puntung rokok sembarangan. Rokok tersebut membakar rumput kering sehingga dalam sekejap menyalah dan apinya meluas. Akibatnya hutan terbakar,” ujarnya.

Apel siaga ini digelar lebih awal agar bisa sejak dini dilakukan antisipasi kebakaran hutan. Ketika musim kemarau tiba, semua pihak tinggal bekerja. Meski saat ini sudah masuk bulan April yang biasanya merupakan peralihan ke musim kemarau, masih sering terjadi hujan, bahkan hingga menimbulkan banjir di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Demak.

”Kelihatannya aneh, musim hujan kok apel, tetapi ini sosialisasi. Nanti pas musim kemarau, langsung jalan, bekerja,” kata Bibit di hadapan sekitar 600 peserta apel siaga dari berbagai elemen.

Pihaknya juga menekankan perlunya ditingkatkan kerja sama antara pemangku hutan dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Masyarakat bisa memanfaatkan lahan di bawah tegakan pohon untuk menanam empon-empon, padi, atau palawija. Sebagai gantinya, masyarakat diharapkan ikut menjaga tanaman hutan dari perusakan dan pencurian. (eki)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.