Kompas.com - 15/04/2013, 21:31 WIB
Penulis Harry Susilo
|
EditorRobert Adhi Ksp

SURABAYA, KOMPAS.com - Muhammad Azhari, pemilik Raihan Jewellery, diperiksa sebagai tersangka kasus investasi emas bodong Raihan Jewellery di Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, Surabaya, Senin (15/4/2013). Azhari datang didampingi kuasa hukumnya, Fadillah Hutri Lubis.     

Azhari diperiksa sejak pukul 09.00 selama sekitar 6,5 jam dan dicecar 48 pertanyaan oleh penyidik. Usai diperiksa, Azhari mengakui, tetap akan bertanggung jawab untuk mencicil pengembalian dana investasi nasabah Raihan yang bermasalah. "Ada sekitar 200 nasabah yang saat ini uang pengembaliannya masih dicicil," kata Azhari.     

Pada Kamis (11/4/2013) lalu, Polda Jatim menetapkan tiga tersangka dugaan kasus penipuan investasi emas Raihan Jewellery. Ketiga tersangka itu adalah  Muhammad Azhari, serta dua pimpinan Raihan cabang Surabaya, Theresia Rosiana dan Maxsie Sarjuandai.

Sebelumnya, terdapat sepuluh nasabah Raihan Jewellery cabang Surabaya yang melaporkan M Azhari, Theresia, dan Maxsie ke Polda Jatim sejak akhir Februari. Mereka kecewa karena Raihan tidak menepati kontrak perjanjian.     

Nasabah mau menanamkan investasi karena tergiur dengan imbal hasil 2,5 persen setiap bulan. Namun, sejak Desember 2012, Raihan menghentikan pembayaran imbal hasil dan belum mengembalikan dana investasi awal. Nasabah mengaku rugi karena terdapat selisih harga sekitar 25-30 persen antara emas yang dijual Raihan dengan harga emas di pasaran. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X