Kompas.com - 15/04/2013, 19:47 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

PEKANBARU, KOMPAS.com - Hukum di negeri ini memang aneh. Masih sangat banyak putusan hakim yang mencederai rasa keadilan di masyarakat. Peristiwa itu kembali tejadi di Pengadilan Negeri Pekanbaru hari Senin (15/4/2013), saat tiga orang polisi yang melakukan pemerasan hanya dihukum percobaan.

Dalam putusannya, Majelis Hakim yang diketuai Syaiful Azwir menyatakan, tiga anggota polisi yang bertugas di Polresta Pekanbaru masing-masing, Andri Suseno, R Junaidi, Ikhsan Saputra secara sah dan meyakinkan melakukan pemerasan terhadap Eri Susanto, terhukum kasus pengguna narkoba.

Kesalahan melanggar pasal 368 juncto pasal 55 ayat (1) ke (1) itu diganjar hukuman enam bulan dengan masa percobaan satu tahun.

Hukuman percobaan, dalam kacamata hukum, masuk kategori hukuman ringan. Meski namanya dihukum, para terhukum tidak menjalani hukuman dalam penjara. Mereka bebas melakukan segala pekerjaan seperti biasa. Hukuman penjara baru dilakukan apabila yang bersangkutan melakukan perbuatan serupa dalam periode/masa percobaan yang diputuskan hakim.

Putusan itu langsung disambut hangat oleh tiga terdakwa polisi. Ketiganya terlihat tersenyum dan mesem-mesem saat menyalami hakim.

Sebaliknya, Jaksa Wilsa Ariani nampak tidak dapat menerima putusan yang dianggapnya terlalu ringan. Dia langsung mengajukan banding. Dalam sidang sebelumnya, Wilsa menuntut tiga polisi itu masing-masing hukuman satu tahun penjara.

Peristiwa pemerasan itu terjadi pada 28 Maret 2012 lalu saat Eri Susanto ditangkap oleh tiga polisi karena memiliki dua paket kecil sabu-sabu. Saat akan digelandang ke kantor polisi, terjadi negosiasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terjadi kesepakatan, Eri akan dibebaskan dengan imbalan uang sejumlah Rp 25 juta. Eri kemudian menelpon istrinya, untuk menyediakan uang "kesepakatan damai" itu. Istri Eri dipesankan untuk mengantarkan uang tersebut ke kawasan MTQ Pekanbaru.

Saat bertemu, Eri ternyata berada dalam satu mobil bersama tiga polisi itu. Uang kemudian diserahkan.

Rupanya, sebelum mengantarkan uang, istri Eri sudah memberitahukan kepada polisi di Polda Riau, bahwa suaminya diperas oleh polisi juga. Beberapa anggiota Polda Riau, kemudian mengejar mobil tiga polisi pemeras dan berhasil mencegatnya di Jalan Diponogoro, Pekanbaru. Uang itu masih utuh dan ditemukan di sebelah sopir. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X