Nelayan Bantu Evakuasi Penumpang Lion Air

Kompas.com - 13/04/2013, 16:53 WIB
EditorInggried Dwi Wedhaswary

BALI, KOMPAS.com — Sejumlah nelayan membantu evakuasi korban tergelincirnya pesawat Lion Air jurusan Banjarmasin-Bandung-Denpasar di perairan Pantai Segara, Kuta, Bali, Sabtu (13/4/2013) sore.

"Semua penumpang pesawat dapat diselamatkan. Ada empat perahu nelayan untuk membantu penyelamatan penumpang," kata Sahid Widodo (40), nelayan Pantai Segara.

Menurut Sahid, ia melihat sayap bagian kanan pesawat yang tergelincir itu menempel di ujung barat landasan pacu Bandar Udara Ngurah Rai, Bali.

"Setelah semua penumpang diselamatkan, 30 menit kemudian datanglah petugas SAR untuk melihat kemungkinan penumpang yang masih terjebak di dalam pesawat," kata Sahid.

Nelayan juga menemukan satu ban belakang pesawat mengapung pada posisi sekitar 30 meter dari badan pesawat. Bagian belakang pesawat terbelah dan mengapung di perairan Pantai Segara.

Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Husein Sastranegara pukul 12.48 WIB dan tergelincir di Bandara Ngurah Rai pada pukul 15.35 Wita. Menurut data manifes dari Bandara Husein Sastranegara, pesawat itu membawa 95 penumpang dewasa, 5 anak-anak, 1 bayi, dan 7 awak.

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

    Bayi Usia 8 Hari di Kudus Meninggal, Terkonfirmasi Positif Covid-19

    Regional
    4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

    4 Orang Tertimbun Longsor di Sibolga, 2 Tewas

    Regional
    Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

    Rekor Baru Penambahan Kasus Covid-19 di Riau

    Regional
    Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

    Kapolda Maluku Menyuapi Sejumlah Taruna Akpol, Ingatkan Jangan Serakah

    Regional
    Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

    Pengunjung Pulau Komodo Dibatasi Maksimal 50.000 Orang Setahun

    Regional
    Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

    Satu Penumpang Positif Corona, Lion Air: Bukan Kesalahan dan Kesengajaan Maskapai

    Regional
    Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

    Erick Thohir: Bio Farma Siap Produksi 250 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Tersedia Mulai Desember 2020

    Regional
    Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

    Masuk Zona Hijau Covid-19, Pemkot Kupang Pertimbangkan Buka Sekolah

    Regional
    Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

    Kronologi Lengkap Temuan Kerangka Wanita Berjaket Merah Wonogiri, Hilang Jejak Usai Jual Motor

    Regional
    Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

    Soal Klaim Risma Surabaya Jadi Hijau, Kadis: Yang Berubah Bukan Zona, tapi Reproduksi Efektif

    Regional
    Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

    Anggota DPRD Maluku Positif Covid-19: Sebelum Swab, Saya Ikut Rapat di Kantor

    Regional
    Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

    Mahasiswa Unnes Adukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM

    Regional
    Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

    Pegunungan Menoreh Akan Dilengkapi Kereta Gantung

    Regional
    Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

    Keluar Masuk Makassar Tak Perlu Lagi Surat Bebas Covid-19

    Regional
    Berstatus OTG, Anggota DPRD Maluku yang Positif Covid-19 Jalani Karantina Mandiri

    Berstatus OTG, Anggota DPRD Maluku yang Positif Covid-19 Jalani Karantina Mandiri

    Regional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X