Kompas.com - 12/04/2013, 19:08 WIB
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com — Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, 11 orang tewas dan ratusan desa terendam air dalam banjir akibat meluapnya Bengawan Solo di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jumat (12/4/2013), Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB mengungkapkan, banjir yang terjadi sejak Minggu (7/4/2013) hingga sekarang masih menggenangi beberapa wilayah di bagian hilir Bengawan Solo.

Banjir menggenangi daerah yang dilalui Bengawan Solo, yaitu Kabupaten Blora, Ngawi, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik yang mencakup ratusan desa di lebih dari 40 kecamatan.

Data sementara tercatat 11 orang meninggal, 22.830 rumah terendam, 7.450 hektar sawah terendam dan infrastruktur lainnya. Kerusakan dan kerugian masih dihitung.

Korban meninggal terdiri dari lima orang di Ngawi, empat orang di Bojonegoro, satu orang di Tuban, dan satu orang di Gresik. Sebagian besar korban meninggal karena terseret arus sungai.

Banjir terparah terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jatim, yang menyebabkan 4 orang meninggal, 11.942 rumah terendam, 11 TK, 29 SD, 6 masjid, 74 musala, dan 120.940 jalan terendam, 3.820 hektar sawah terendam, serta 1.499 kambing dan 2.523 sapi diungsikan. Penyebab utama banjir adalah karena hujan berintensitas tinggi dan berdurasi lama di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo.

Meskipun sudah musim transisi menuju kemarau, anomali suhu muka air laut Indonesia di atas normal, yaitu 0,7-1,3 derajat Celsius. Ditambah dengan adanya siklon tropis Victoria dan osilasi Madden-Julian maksimum sejak minggu lalu, pasokan uap air di atmosfer melimpah sehingga wilayah Indonesia mengalami hujan lebat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, kerusakan DAS Bengawan Solo juga tergolong kritis, sementara warga yang tinggal di sepanjang DAS Bengawan Solo terus bertambah. Mereka pun tinggal di kawasan rawan banjir.

Tahun 1980, ada 13,5 juta jiwa, tahun 1990 menjadi 14,7 juta jiwa, dan tahun 2005 ada 17,5 juta jiwa. Tutupan hutan hanya 13,6 persen dari luas DAS. Erosi tanah mencapai 3,14 mm per tahun yang melebihi erosi yang bisa ditoleransi. Kondisi ini mendukung banjir setiap tahun di Bengawan Solo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.