Kompas.com - 12/04/2013, 16:37 WIB
Penulis Dani Prabowo
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam waktu dekat ini akan memanggil Komandan Grup II Kopassus Kandang Menjangan, Kartasura terkait terjadinya kasus serangan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Selain Komandan Grup II Kopassus, sejumlah pihak pun masih akan dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Pemeriksaan dan penyelidikan masih akan dilanjutkan dengan meminta keterangan dari keluarga korban dan saksi-saksi lain yang dianggap relevan," kata Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila, Jumat (12/4/2013).

Pihak lain yang akan dipanggil, kata Siti, di antaranya Danrem dan Dandim Yogyakarta, serta tersangka penganiayaan dalam kejadian sebelum penyerangan ke Lapas Cebongan.

Siti mengatakan, penyerangan terhadap Lapas Cebongan merupakan tindakan extra judicial killing terhadap empat tahanan. Serangan itu telah menjatuhkan wibawa hukum Indonesia di mata dunia, sehingga tidak dibenarkan dengan alasan apapun. Para pelaku pun dianggap telah melakukan pelanggaran HAM atas hak hidup sebagai salah satu hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun (non derogable right), sebagaimana diatur di dalam Undang-undang 39 Tahun 1999 tentang HAM. Akan tetapi, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan apakah ini masuk ke dalam pelanggaran berat atau pelanggaran biasa.

"Empat korban yang meninggal di lapas itu direnggut hak hidupnya. Sedangkan, penganiayaan terhadap sipir itu adalah bentuk pelanggaran HAM," ujarnya.

Seperti diberitakan, TNI AD menyatakan para penyerang Lapas Cebongan adalah oknum Grup II Komando Pasukan Khusus Kartasura, Jawa Tengah. Penyerbuan itu diduga melibatkan 11 anggota Kopassus dengan seorang eksekutor. Mereka membawa 6 pucuk senjata api yang dibawa dari markas pelatihan di Gunung Lawu.

Penyerangan itu disebut berlatar belakang jiwa korsa yang kuat terkait pembunuhan Serka Heru Santoso di Hugo's Cafe pada 19 Maret 2013. Empat tersangka pembunuhan Santoso yang kemudian ditembak mati, yakni Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Partai Pelita Optimistis Lolos Jadi Peserta Pemilu 2024

    Partai Pelita Optimistis Lolos Jadi Peserta Pemilu 2024

    Nasional
    Isi Piagam Deklarasi Koalisi Gerindra-PKB: Penentuan Capres-Cawapres oleh Prabowo-Cak Imin

    Isi Piagam Deklarasi Koalisi Gerindra-PKB: Penentuan Capres-Cawapres oleh Prabowo-Cak Imin

    Nasional
    Prabowo Sebut PKB Partai Pertama yang Ajak Gerindra Kerja Sama

    Prabowo Sebut PKB Partai Pertama yang Ajak Gerindra Kerja Sama

    Nasional
    Dipimpin Din Syamsuddin, Partai Pelita Daftar Peserta Pemilu 2024

    Dipimpin Din Syamsuddin, Partai Pelita Daftar Peserta Pemilu 2024

    Nasional
    Dicabutnya Kuasa Deolipa Yusmara di Tengah Pengakuan Bharada E

    Dicabutnya Kuasa Deolipa Yusmara di Tengah Pengakuan Bharada E

    Nasional
    Prabowo dan Muhaimin Tanda Tangani Piagam Deklarasi, Gerindra-PKB Resmi Bentuk Koalisi

    Prabowo dan Muhaimin Tanda Tangani Piagam Deklarasi, Gerindra-PKB Resmi Bentuk Koalisi

    Nasional
    Langgar Etik Kasus Pembunuhan Brigadir J, 16 Polisi Ditempatkan di Tempat Khusus

    Langgar Etik Kasus Pembunuhan Brigadir J, 16 Polisi Ditempatkan di Tempat Khusus

    Nasional
    Melihat Lebih Dekat Mobil Kepresidenan Indonesia dari Masa ke Masa

    Melihat Lebih Dekat Mobil Kepresidenan Indonesia dari Masa ke Masa

    Nasional
    Polah Ferdy Sambo Terkait Penembakan Brigadir J: Dulu Menangis, Kini Akui Jadi Dalang Pembunuhan

    Polah Ferdy Sambo Terkait Penembakan Brigadir J: Dulu Menangis, Kini Akui Jadi Dalang Pembunuhan

    Nasional
    Hadiri Kongres IPNU-IPPNU, Gus Muhaimin Ajak Kader IPNU-IPPNU Teguhkan 3 Landasan

    Hadiri Kongres IPNU-IPPNU, Gus Muhaimin Ajak Kader IPNU-IPPNU Teguhkan 3 Landasan

    Nasional
    Deklarasi Koalisi Bersama Gerindra, PKB: Tidak akan Keluar dari Muhaimin dan Prabowo

    Deklarasi Koalisi Bersama Gerindra, PKB: Tidak akan Keluar dari Muhaimin dan Prabowo

    Nasional
    Bupati Pemalang Temui Seseorang di Gedung DPR RI Sebelum Ditangkap, KPK: Belum Ada Bukti Terlibat

    Bupati Pemalang Temui Seseorang di Gedung DPR RI Sebelum Ditangkap, KPK: Belum Ada Bukti Terlibat

    Nasional
    Polisi: Kalaupun Istri Ferdy Sambo Dilecehkan Brigadir J, Bukan Terjadi di Rumah Dinas

    Polisi: Kalaupun Istri Ferdy Sambo Dilecehkan Brigadir J, Bukan Terjadi di Rumah Dinas

    Nasional
    Menanti Pendamping Prabowo Subianto Usai Umumkan Maju jadi Capres 2024...

    Menanti Pendamping Prabowo Subianto Usai Umumkan Maju jadi Capres 2024...

    Nasional
    Marzuki Alie Hadiri Rapimnas Gerindra, Prabowo: Tanda-tanda Ingin Bergabung

    Marzuki Alie Hadiri Rapimnas Gerindra, Prabowo: Tanda-tanda Ingin Bergabung

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.