Kompas.com - 12/04/2013, 10:58 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Perseteruan antara Adi Bing Slamet dan Eyang Subur akhirnya sampai juga di ranah hukum. Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) melaporkan Eyang Subur di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya.

Eyang Subur dilaporkan dengan Pasal 156 a KUHP tentang Permusuhan dan Kebencian pada Kamis (11/4/2013) malam. Nomor laporannya 1177/ IV/ 2013/ PMJ/Ditreskrimum.

"Kami atas nama masyarakat Indonesia melaporkan Eyang Subur kerena masyarakat Indonesia juga resah. Kami prihatin karena perseteruannya (Eyang Subur) dengan Adi Bing Slamet yang tidak ada ujung pangkalnya," kata Sunan Kalijaga selaku Ketua HAMI, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/4/2013).

Sunan mengatakan, sudah hampir satu bulan sejak perseteruan antara Adi dan mantan guru spiritualnya itu tidak kunjung usai. Apalagi, menurutnya, kedua pihak tidak menempuh proses hukum terkait permasalahan keduanya.

Persoalan yang berlarut itu, kata dia, hanya memperlihatkan kebencian kepada masyarakat. Hal ini yang dianggap Sutan bisa menciptakan efek domino bagi masyarakat yang melihatnya.

"Polisi belum menindak karena belum ada laporan, makanya kami atas nama masyarakat yang melaporkan," ujar Sunan.

Meski begitu, Sunan mengatakan, pihaknya tidak memihak salah satu kubu. Malah, kata Sunan, HAMI dalam waktu dekat juga akan melaporkan Adi Bing Slamet ke polisi.

"Justru dalam waktu dekat kita juga akan melaporkan Adi Bing Slamet. Kita masih kaji pasal-pasal yang tepat," katanya.

Seharusnya, tutur dia, kedua pihak yang terlibat perseteruan segera menempuh langkah hukum. "Kalau secara hukum, kenapa hal itu tidak dilaporkan? Adi kenapa tidak melaporkan Eyang Subur. Nah, Eyang Subur yang ada pengacaranya kenapa tidak melaporkan juga?" ujar Sunan.

Menurutnya, Adi harus bisa membuktikan apa yang sudah ditudingkannya terhadap Eyang Subur selama ini. Jika tidak, Adi bisa dituding melakukan pencemaran nama baik terhadap Eyang Subur. Begitu pula sebaliknya, apabila Eyang Subur terbukti seperti yang selama ini disebutkan Adi, kata Sunan, Eyang Subur bisa diproses secara hukum.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.