Kompas.com - 11/04/2013, 18:20 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SEMARANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang telah menetapkan Direktur Iqro Management, Agung Ahmad, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Hal ini terkait dengan kasus penipuan bisnis investasi yang dijalankan oleh manajemen.

"Mulai Senin (8/4/2013) kemarin sudah resmi DPO," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Harryo Sugihhartono, Kamis (11/4/2013).

Penetapan dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi dan sembilan nasabah yang resmi melapor. Ia mengatakan polisi terus melakukan pelacakan keberadaan tersangka. Bahkan, Mabes Polri pun dimintai bantuan terkait penggunaan alat lebih canggih untuk pelacakan.

"Kami khawatir yang bersangkutan sudah keluar dari Semarang," ujar Harryo.

Harryo mengatakan polisi juga sudah melakukan penggeledahan di kantor Iqro Management di Jalan Gajah Birowo, Tlogosari, Semarang. Dari kantor tersebut disita empat buah CPU berisi dokumen berupa surat penandatanganan kontrak, catatan keuangan serta daftar karyawan. "Ada 230 karyawan yang terdaftar dan tersebar di seluruh cabang di Jawa Tengah," tambah Harryo.

Sebanyak delapan karyawan akan menjalani pemeriksaan tahap awal terkait dugaan penipuan hingga miliaran rupiah. Nasabah yang tertipu manajemen ini diperkirakan mencapai ratusan orang. Rencananya para karyawan kepercayaan itu akan diperiksa pekan depan.

Harryo mengatakan, hingga saat ini terdapat sembilan korban yang melapor ke Polrestabes Semarang. Sedang sekitar 60 orang lainnya melapor ke Polda Jawa Tengah dengan kasus yang sama. "Kami tangani secara terpisah, tapi kami tetap berkoordinasi dengan Polda," tandas Harryo.

Sebelumnya, ratusan nasabah mendatangi kantor Iqro Management di Jalan Dr Wahidin Nomor 58, Semarang, menuntut pengembalian modal. Kantor tersebut saat ini sudah disegel polisi.

Iqro Management merupakan sebuah lembaga pengelolaan usaha yang bergerak di berbagai bidang seperti travel, perjalanan umroh dan haji, pemberdayaan UMKM serta stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Iqro menggandeng nasabah dengan sistem yang mereka sebut kemitraan. Nasabah menanamkan modal untuk bidang yang diinginkan, dengan skema pengembalian dana bagi hasil per bulan atau hingga jangka waktu yang disepakati berakhir.

Besaran dana bagi hasil berbeda untuk setiap nasabah, tergantung kesepakatan antara agen dengan nasabah yang bersangkutan. Para nasabah rata-rata dijanjikan keuntungan sebesar 1,7 persen tiap bulannya dari modal yang diinvestasikan ke Iqro Management.

Lembaga itu sejak Januari lalu tak mampu mengembalikan dana bagi hasil kepada para nasabahnya. Selain itu terdapat sejumlah nasabah yang batal pergi haji dan umroh. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.