Kasus KDRT, Wawali Magelang Dituntut Penjara 2 Bulan - Kompas.com

Kasus KDRT, Wawali Magelang Dituntut Penjara 2 Bulan

Kompas.com - 11/04/2013, 16:35 WIB

MAGELANG, KOMPAS.com - Wakil Wali Kota Magelang, Joko Prasetyo dituntut dua bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Kota Magelang dalam kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Menurut JPU Ashari Kurniawan dan Slamet Supriyadi, Joko Prasetyo terbukti bersalah melakukan KDRT terhadap istrinya Siti Rubaida (Ida) pada 9 November 2012 lalu di rumahnya Jalan Ketepeng Trunan Kelurahan Tidar Kota Magelang.

Orang nomor dua di Kota Magelang itu juga telah melanggar Pasal 44 ayat 4 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT. Namun untuk dakwaan primer Pasal 44 ayat 1 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004, Jaksa menyatakan tidak terbukti karena korban masih bisa melakukan aktivitasnya sehari-hari pascakejadian KDRT itu.

Beberapa bekas pukulan yang diderita korban, dinilai tidak mengakibatkan kecacatan tubuh ataupun penyakit parah. "Sementara hal-hal yang memberatkan tuntutan bahwa terdakwa adalah seorang pejabat publik yang seharusnya memberikan contoh yang baik bagi masyarakat yang dipimpin. Adapun hal yang meringankan antara lain terdakwa telah mengakui perbuatannya dan selalu bersikap sopan dalam persidangan," tutur JPU dalan sidang lanjutan perkara tersebut, Kamis (11/4/2013).

Sementara itu, terdakwa Joko Prasetyo didampingi penasihat hukumnya Muh Zazin dan rekan menyatakan akan mempelajari lagi tuntutan dari jaksa dan akan melakukan pembelaan.

Menurutnya, ada sejumlah oknum yang sengaja menunggangi kasus yang dialaminya itu untuk kepentingan politik. "Ini masalah kecil yang sudah dibesar-besarkan dan sudah ditunggangi oleh oknum yang ingin mempolitisasi," ujarnya usai sidang.

Ia juga menilai tidak ada dampak yang disignifikan terhadap istrinya. Namun kedua anaknya, Bella dan Aulia , yang terkena imbasnya. "Apalagi sekarang sudah setengah bulan anak saya tidak sekolah. Saya akan melakukan koordinasi dengan Woman Crisis Center (WCC) dan SKPD terkait untuk membicarakan masalah anak saya. Katanya Magelang Kota Layak. Saya ingin masyarakat Magelang tahu kalau saya ingin membangun keluarga Sakinah, Mawadah, Warohmah," kata Joko.

Secara terpisah, Ida selaku korban belum dapat berkomentar banyak terkait tuntutan tersebut. Dia justru belum mengetahui soal tuntutan dari Jaksa itu. "Belum tahu, tapi silakan hubungi penasihat hukum saya saja," ujarnya singkat saat dihubungi via ponsel.

Diberitakan sebelumnya, Joko Prasetyo mengakui telah menampar istrinya, di rumah pribadinya di Jalan Ketepeng Trunan Tidar Kota Magelang dengan menggunakan sandal. Itu dilakukan karena emosi setelah Blackberry miliknya yang dibawa oleh korban tidak dikembalikan saat diminta. Korban sendiri membawa BB milik suaminya karena menemukan ada percakapan mesra antara suaminya dan perempuan lain yang diduga selingkuhan Joko.


EditorGlori K. Wadrianto
Komentar

Terkini Lainnya

Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan Upaya Ancol Menjadi Pelabuhan Internasional

Tempat Pemeriksaan Imigrasi dan Upaya Ancol Menjadi Pelabuhan Internasional

Megapolitan
Gelombang Pengungsi Afghanistan yang Masuk Wilayah Turki Meningkat

Gelombang Pengungsi Afghanistan yang Masuk Wilayah Turki Meningkat

Internasional
Tradisi Kenduri di Gereja Katolik Wates, Perwakilan Semua Agama Hadir Ucapkan Syukur

Tradisi Kenduri di Gereja Katolik Wates, Perwakilan Semua Agama Hadir Ucapkan Syukur

Regional
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Bekasi

Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Modus Gembos Ban di Bekasi

Megapolitan
Ketua KPK Usulkan Sanksi Sosial bagi Koruptor untuk Bersihkan Sampah di Pasar

Ketua KPK Usulkan Sanksi Sosial bagi Koruptor untuk Bersihkan Sampah di Pasar

Regional
Disdik DKI Akan Ikuti Kebijakan Anies soal Libur Sekolah Saat Asian Games

Disdik DKI Akan Ikuti Kebijakan Anies soal Libur Sekolah Saat Asian Games

Megapolitan
Lagi, Seorang Jurnalis Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel

Lagi, Seorang Jurnalis Gaza Tewas Ditembak Tentara Israel

Internasional
Operasi Patuh Jaya, Polda Metro Sasar Pengguna Ponsel Saat Berkendara

Operasi Patuh Jaya, Polda Metro Sasar Pengguna Ponsel Saat Berkendara

Megapolitan
Elektabilitas Disalip Gerindra, Golkar Sebut Kompetisi Makin Berat

Elektabilitas Disalip Gerindra, Golkar Sebut Kompetisi Makin Berat

Nasional
Potensi Kalium Berjumlah Besar untuk Pembuatan Pupuk Ditemukan di Pati

Potensi Kalium Berjumlah Besar untuk Pembuatan Pupuk Ditemukan di Pati

Regional
Soal Tuntutan Pengemudi Ojek 'Online', Menhub Tegaskan Tak Akan Terbitkan Aturan Baru

Soal Tuntutan Pengemudi Ojek "Online", Menhub Tegaskan Tak Akan Terbitkan Aturan Baru

Nasional
Penipuan Rp 50 Juta Bermodus Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie...

Penipuan Rp 50 Juta Bermodus Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie...

Megapolitan
Kim Jong Un Urus Kepulangan Jasad Korban Kecelakaan Bus asal China

Kim Jong Un Urus Kepulangan Jasad Korban Kecelakaan Bus asal China

Internasional
Pecahkan Rekor Muri, 5.000 Penari Gambyong Akan Goyang Kota Solo

Pecahkan Rekor Muri, 5.000 Penari Gambyong Akan Goyang Kota Solo

Regional
Penyekapan dan Perampokan yang Menimpa Penumpang GrabCar...

Penyekapan dan Perampokan yang Menimpa Penumpang GrabCar...

Megapolitan

Close Ads X