Kompas.com - 11/04/2013, 05:45 WIB
|
EditorPalupi Annisa Auliani

SITUBONDO, KOMPAS.com - Patung yang ditemukan di Hutan Baluran Situbondo, Jawa Timur, pada 10 Maret 2013, dipastikan keasliannya sebagai benda purbakala. Patung tersebut dinyatakan sebagai Patung Dewi Laksmi dan peninggalan dari era Kerajaan Majapahit.

"Kami bersama Disbudpar Jatim menilai temuan arca itu bisa disimpulkan sebagai benda cagar budaya. Itu karena sudah memenuhi persyaratan sebagai ciri ciri patung Dewi Laksmi," tutur Kepala Balai Cagar Alam dan Penelitian Purbakala (BCPP) Jawa Timur Aris Soviyani, di Situbondo, Rabu (10/4/2013).

Tim gabungan dari BCPP Jawa Timur serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, datang ke Situbondo, menyusul temuan arca tersebut. Keaslian dan perkiraan era pembuatan patung merupakan hasil penelitian selama satu jam tim ini.

Aris menambahkan tim gabungan belum dapat memastikan usia patung Dewi Laksmi ini, karena belum meneliti dan mendatangi lokasi penemuan. Meski demikian, era pembuatan patung sudah dapat dipastikan di masa kerajaan kuno Majapahit Timur.

"Kalau bicara soal usia, kami tidak bisa memastikan karena tidak ada inspeksi. Namun jika ditilik di bagian belakang kepala patung itu memang peninggalan kerajaan Majapahit Timur," tutur Aris. Dia mengatakan pada masa lalu memang ada Kerajaan Majapahit Timur dan Kerajaan Majapahit Barat.

Bantuan teknis

Aris mengatakan tim gabungan sifatnya hanya memberikan bantuan teknis untuk meneliti keaslian dan asal-usul arca. Pemerintah Kabupaten Situbondo, ujar dia, belum memiliki Balai Museum sehingga tak bisa melakukan sendiri penelitian atas temuan yang diduga benda purbakala. "Jika di Situbondo ada Balai Museum, maka kewenangan itu ada di Pemkab Situbondo. Yang jelas kami hanya membantu  secara teknis saja," aku Aris.

Bersama Forum Pecinta Cagar Budaya (FPCB) Situbondo, ujar Aris, tim gabungan akan berupaya menentukan usia arca dengan melihat langsung lokasi penemuannya di Hutan Baluran. Langkah itu juga sekaligus dilakukan untuk menginventarisasi kemungkinan keberadaan arca lain. 

"Ini karena bekas Kerajaan Majapahit Timur belum tersentuh sama sekali. Kami siap membantu Pemkab Situbondo untuk melakukan pencarian ke lokasi," kata Aris. Dia pun mengingatkan penemu arca ini berhak atas kompensasi yang besarannya akan ditentukan bersama oleh Disbudpar Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Situbondo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.