Kompas.com - 10/04/2013, 21:01 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

WONOSOBO, KOMPAS.com - Sebanyak 66 persen garam yodium yang beredar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah tidak menenuhi syarat konsumsi. Ironisnya, sebagian besar masyarakat tidak mengetahui ciri-ciri dan bahaya garam yodium yang tidak memenuhi standar bagi kesehatan manusia.

Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wonosobo, Oman Yanto, Rabu (10/4/2013) mengatakan, hanya 34 persen dari garam yang beredar di Wonosobo memenuhi syarat konsumsi.

"Artinya dibutuhkan gerakan khusus untuk penanganan secara serius. Perlu tim yang menyosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya garam bagai kebutuhan tubuh manusia," jelasnya.

Untuk itu, dia mengapresiasi terbentuknya tim GAKY atau Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Tim tersebut diharapkan mampu megedukasi masyarakat tentang garam yang memenuhi syarat baik dari segi distribusinya maupun keamanan konsumsinya.

Oman menerangkan, garam merupakan senyawa kimia yang komponen utamanya adalah natrium klorida. Garam konsumsi yang beredar di pasaran harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) karena sudah wajib dan harus fortifikasi Yodium dengan kandungan antara 30-80 ppm.

"Adanya tim GAKY harus benar-benar efektif dalam rangka pengawasan peredaran garam yang non standar dan non fortifikasi karena akan merugikan masyarakat," jelasnya.

Dia menjabarkan, bahaya akibat kekurangan yodium akan berdampak pada anatomi tubuh yang kecil atau kretin, menimbulkan gondok dan dapat menyebabkan kurangnya daya pikir seseorang terlebih bagi anak yang memiliki pertumbuhan yang sangat penting. Oleh karena itu, tim harus mampu mengubah pola pikir masyarakat yang mengonsumsi garam asal asin.

Pola pikir seperti ini sangat membahayakan bagi kelangsungan pertumbuhan kesehatan seseorang. Dengan adanya tim tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya garam yodium akan semakin meningkat. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.