Kompas.com - 10/04/2013, 19:40 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

DEMAK, KOMPAS.com — Banjir bandang yang menerjang wilayah Kecamatan Mijen, Demak, semakin meluas. Sedikitnya delapan desa terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara 50 sentimer dan 2 meter. Pemandangan itu terlihat di Desa Mijen, Ngelokulon, Pecuk, Jleper, Ngegot, Rejosari, Pasir dan Jetak.

Bahkan sebagian desa di wilayah Kecamatan Wedung juga dilaporkan terkena banjir. Banjir juga merendam sejumah fasilitas umum, yang paling parah di antaranya Kantor Polsek, Puskesmas I, Kantor UPTD Dikpora, Kantor Unit BRI, Balai Desa Mijen dan Jleper, SMP dan SMK Abdi Negara serta Koramil.

Selain itu, akses jalan Raya Demak-Jepara juga terputus karena ketinggian air di jalur utama dua kabupaten tersebut mencapai satu meter sehingga arus lalu lintas terpaksa dialihkan melalui Kudus.

Banjir yang disebabkan tanggul Sungai Wulan jebol di Dukuh Bengkal Desa Mijen tidak mampu menahan debit air yang meningkat hingga 980 meter kubik per detik, mengakibatkan 4.000 lebih rumah terendam air dan sekitar 10.000 warga diungsikan.

"Kami semua terpaksa numpang ke saudara di Jepara. Tidak menduga akan terjadi banjir besar seperti ini , baru kali ini Desa Jleper dilanda banjir bandang," kata Siti Aminah, salah seorang pengungsi, Rabu (10/4/2013).

Pascabanjir bandang di wilayah Kecamatan Mijen, Pemerintah Daerah Kabupaten Demak melakukan tindakan tanggap darurat dengan mendirikan posko pengungsi dilengkapi dapur umum. Posko itu ditempatkan di empat titik, yakni di Desa Mijen dan Ngelokulon, serta dua titik di Desa Jleper.

Sementara untuk membantu evakuasi warga yang memerlukan pertolongan medis disediakan Mobil Puskesmas dan ambulan. Bambang Saptoro, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Demak mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas PSDA Jateng untuk penanganan tanggul kanan Sungai Wulan yang jebol sepanjang 50 meter lebih.

Terlebih ada informasi debit banjir kiriman dari Bendung Klambu masih dimungkinkan meningkat hingga 1.000 meter kubik per detik sehingga banjir bisa bertambah besar.

Sementara di sepanjang aliran Sungai Wulan ke arah utara masih terdapat puluhan titik tanggul kritis. "Kami masih mendata jumlah korban dan menginventaris kerugian material yang muncul akibat banjir ini," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.