Kompas.com - 10/04/2013, 18:54 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

SURABAYA, KOMPAS.com - Kawasan Jalan Tunjungan Surabaya, Jawa Timur sudah menjadi ikon Kota Surabaya sejak dulu. Banyak bangunan cagar budaya di kawasan ini, sehingga perlu upaya mendongkrak rasa kecintaan warga terhadap Jalan Tunjungan.

Bersamaan dengan pelaksanaan pertemuan Asia Pasific Economic Coorperation (APEC) 2013 yang diselenggarakan di Kota Surabaya sejak Minggu (7/4/2013), Pemkot Surabaya akan menyulap Jalan Tunjungan menjadi destinasi wisata kuliner dan kerajinan tangan. Kegiatan yang diberi nama Tunjungan Street akan digelar Minggu (14/4/2013) mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surabaya, Wiwiek Widawati di Surabaya, Rabu (10/4/2013) mengatakan, kegiatan Tunjungan Street ini baru pertama kali diadakan di kota pahlawan. Konsepnya, di sepanjang Jalan Tunjungan bakal diisi stan-stan kuliner khas Surabaya, aneka makanan rakyat dan juga stan kerajinan tangan. Ada juga performance live music.

Ruas jalan yang melegenda ini juga akan didekorasi sedemikian rupa dan selain diperuntukkan bagi delegasi APEC yang berasal dari 21 negara, warga Kota Surabaya dan sekitarnya bisa ikut menikmati kegiatan Tunjungan Street ini. Tunjungan Street digelar Minggu (14/4/2013) pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Di Tunjungan Street nanti, akan ada sejumlah stan kuliner khas Surabaya yang berjajar di Jalan Tunjungan mulai dari lontong balap, rujak cingur, rawon, hingga semanggi suroboyo. Tak ketinggalan, aneka minuman seperti sinom, beras kencur, sirup rosela, es sarang burung, serta sejumlah minuman dan camilan lainnya.

Menurut Wiwiek, stan kuliner akan diisi oleh asosiasi restoran dan juga rumah makan. Sementara stan kerajinan tangan dan makanan rakyat diisi oleh UKM binaan dari Dinas Koperasi dan UKM, dan sepanjang jalan itu akan ditutup. Jadi, ketika acara berlangsung, Jalan Tunjungan dari mulai SIOLA hingga pertigaan Genteng, akan ditutup.

Pemkot Surabaya sebelumnya sudah menggelar sejumlah kegiatan untuk menghidupkan Jalan Tunjungan sebagai ikon Kota Surabaya. Di antaranya dengan menggelar Car Free Day (CFD) atau hari tanpa kendaraan bermotor di sana.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu, Pemkot juga menggelar Festival Makanan Rakyat (FMR) di Jl. Tanjung Anom, yang juga termasuk kawasan Tunjungan. Pada peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-719 pada tahun 2012 lalu, Pemkot menggelar kegiatan 'Ayo Mlaku-mlaku Nang Tunjungan' mulai pukul 12.00-22.00 WIB.

Kabag Humas Pemkot Surabaya, Nanis Chairani menyatakan, tujuan diadakannya event semacam ini adalah untuk membangun image kawasan Tunjungan. Saat ini Pemkot Surabaya memang tengah berupaya mengembalikan kejayaan Tunjungan. "Agar Jalan Tunjungan tidak hanya dikenal sebatas lewat syair lagu saja, karena itu harus benar-benar dioptimalkan," ujarnya.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X