Perempuan dan Anak Terabaikan

Kompas.com - 10/04/2013, 03:28 WIB
Editor

Maumere, Kompas - Penanganan pengungsi dari Pulau Palue, terutama di lokasi penampungan di Maumere, ibu kota Kabupaten Sikka, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, amat memprihatinkan. Pemerintah daerah setempat dinilai kurang memperhatikan dan memberi perlindungan, terutama kepada kelompok rentan, yakni perempuan dan anak-anak.

”Penanganan pengungsi Palue yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka sejauh ini menunjukkan tak berperspektif jender. Boleh dikatakan negara lalai, khususnya dalam memberikan perhatian dan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak. Padahal, justru dalam menghadapi bencana, perempuan mengalami beban berlipat ganda. Dan, sampai saat ini pengungsi yang meninggal sebanyak sembilan orang, semuanya perempuan dan anak-anak,” kata anggota Badan Pengurus Caritas Indonesia, Pater Eman Embu SVD, Selasa (9/4), di Sikka.

Pater Eman yang juga peneliti pada Candraditya Research Centre Maumere itu aktif menyalurkan bantuan bagi warga Palue, baik yang mengungsi ke Sikka, Kabupaten Ende, maupun desa lain di wilayah Palue. Bantuan, di antaranya beras dan air minum, telah disalurkan melalui Caritas Keuskupan Maumere.

Pemkab Sikka hanya menyediakan satu posko pengungsi resmi, yakni di aula Transito. Namun, daya tampung hanya 46 keluarga. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sikka Bakri Kari membantah jika pemda dinilai mengabaikan kesehatan pengungsi.

Pemantauan kesehatan pengungsi dilakukan dinas kesehatan. Pemeriksaan dilakukan secara rutin, tetapi tidak tahu persis apakah dilakukan dua atau tiga kali dalam seminggu.

”Umumnya pengungsi yang meninggal karena sudah menderita sakit sejak dari Palue. Kondisi mereka makin parah. Ketika dibawa ke RS Umum Daerah TC Hillers tak tertolong lagi. Walau harus diakui tidak lepas dari keterbatasan, pelayanan dari pemerintah telah diberikan secara maksimal,” tutur Bakri. (SEM)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.