Kompas.com - 08/04/2013, 15:44 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Tindak kekerasan seksual dengan pemerkosaan oleh tujuh pemuda kepada siswi SMP berinisial ESR (13) di Jakarta Timur diduga dilakukan secara terencana. Meski demikian, dugaan itu perlu dibuktikan dengan melakukan rangkaian penyidikan yang akurat.

"Jika dilihat dari kronologinya, sepertinya ada permufakatan di antara mereka, jadi memang terencana," ujar Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur Komisaris Besar Mulyadi Kaharni kepada Kompas.com, Senin (8/4/2013) siang.

Ia mengatakan, hal tersebut dilihat dari proses perkenalan antara seorang tersangka bernama Ilham (21) dan ESR melalui situs jejaring sosial Facebook, pertengahan Februari 2013. Ilham diketahui mengajak ESR bertemu dengan iming-iming pemberian satu ponsel BlackBerry pada suatu siang tanggal 1 Maret 2013. Setelah bertemu, korban kemudian dibawa ke sebuah kontrakan milik tersangka lain, yakni RS (17), di bilangan Condet, Jakarta Timur.

Setelah dicekoki minuman keras hingga tidak sadarkan diri, korban kemudian disetubuhi paksa oleh tujuh pelaku, yakni Ilham, RS, Geovani (19), Muryamin (20), M Firdaus (20), Rian (buron), dan Irfan (buron). Tidak hanya sekali, korban diketahui diperkosa satu kali lagi oleh para tersangka di malam selanjutnya dengan tempat kejadian perkara yang sama. Korban baru bisa pulang ke rumahnya saat bertemu dengan saudaranya bernama Dimas, yang ditugaskan mencari ESR oleh ibunya pada 5 Maret 2013 subuh.

Mulyadi menjelaskan, kelima tersangka yang telah ditangkap pada Sabtu (6/4/2013) belum mengakui bahwa tindakan bejat tersebut dilakukan secara terencana. "Tinggal bagaimana penyidik kita bisa menguak bahwa aksi mereka ini dilakukan secara terencana melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ke tersangka," ujarnya.

Kini kelima tersangka itu masih menjalani pemeriksaan di Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur untuk pengembangan lebih lanjut. Polisi juga masih mengejar dua tersangka lain yang diketahui melarikan diri.

ESR, siswi kelas VIII SMP di Jakarta Selatan, menghilang dari rumahnya di Jakarta Timur pada Jumat (1/3/2013) hingga Selasa (5/3/2013). Setelah ditelusuri keluarga, ESR disekap oleh pemuda yang dikenalnya lewat Facebook.

Kepada keluarganya, ESR mengaku disekap di sebuah kontrakan di kawasan Condet, Jakarta Timur. Tak hanya itu, selama penyekapan, ESR dicekoki minuman keras hingga tak sadarkan diri dan diperkosa sebanyak dua kali pada dua malam berturut-turut oleh pria yang dikenalnya lewat Facebook beserta rekan-rekannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.