Kompas.com - 02/04/2013, 01:48 WIB
|
EditorErvan Hardoko

KENDARI, KOMPAS.com - Polsek Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara berhasil meringkus tiga orang tersangka pembuat dan pengedar uang palsu, Senin (1/4/2013) malam dengan barang bukti berupa uang palsu sebesar Rp  1.240.000 dalam pecahan Rp 20.000.

Tiga tersangka pelaku pembuat dan pengedar uang palsu itu ditangkap di lokasi yang berbeda. Para tersangka yang masing-masing bernama Akbar dan Wahyu diduga berperan sebagai pengedar dan John bertindak sebagai pembuat uang palsu tersebut.

Menurut Kanit 2 Reserse dan Kriminal Polsek Mandonga, Aipda La Jima, kasus peredaran uang palsu berawal dari kecurigaan tukang ojek yang ditumpangi Akbar, salah seorang tersangka.

"Penahanan ketiga pelaku uang palsu terungkap saat Akbar membayar ojek dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp. 20.000, di jalan Tebau Nunggu, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Lalu tukang ojek melaporkan kejadian itu ke kantor Polsek Mandonga," ungkap La Jima di Mapolsek Mandonga.

Kemudian, lanjut La Jima, petugas menuju ke rumah kontrakan Akbar di Jalan Tebau Nunggu, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kendari.

Di rumah kontrakan itulah polisi menemukan John yang didiuga kuat sebagai pembuat uang palsu. Polisi kemudian mengembangkan kasus itu dengan menciduk Wahyu di Jalan Torada, Kelurahan Bende, Kecamatan Wua-Wua, Kendari.

"Dalam menjalankan aksinya para tersangka dibantu dengan peralatan komputer, kemudian menggunakan printer merek Canon dan kertas HVS untuk mencetak uang pecahan Rp. 20.000 untuk selanjutnya diedarkan," papar La Jima.

Dalam pemeriksaan, ketiga tersangka mengaku belum lama menjalankan aksinya membuat uang palsu.

"Tersangka sudah mencetak uang palsu sebesar Rp. 2.120.000, yang siap edar 1.240.000 dalam pecahan Rp20.000," tambah La Jima.

Polisi menjerat ketiga pelaku, dengan pasal 244 dan 245 tentang peredaran uang kertas negara dengan ancaman maksimal penjara 15 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.