Anggota DPRD Jateng Akan Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Bansos

Kompas.com - 01/04/2013, 20:25 WIB
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com -- Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang terus memperdalam kasus korupsi dana bantuan sosial (bansos) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dalam waktu dekat, Polrestabes Semarang akan memeriksa legislator dari Komisi E DPRD Provinsi Jateng sebagai saksi.

Sebelumnya, Polrestabes Semarang mengungkap kasus dugaan korupsi dana bansos dengan modus proposal fiktif. Dalam kasus ini, polisi menetapkan satu tersangka yang masih berstatus mahasiswa semester VI Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 Semarang bernama Mario (21).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Harryo Sugihhartono pada Senin (01/04/2013) mengatakan legislator yang akan diperiksa yakni dengan sebutan YS. Diduga YS merupakan Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah yang membidangi kesejahteraan rakyat, AS Sukawijaya atau biasa dipanggil Yoyok Sukawi. Pemeriksaan, ungkapnya, terkait dengan adanya staf di Komisi E bernama Heri Cahyadi yang diduga mengkoordinir proposal yang masuk ke Komisi E. Pemeriksaan direncanakan akan dilakukan Rabu (03/04/2013) pekan ini.

"Kita akan minta keterangan sejauhmana alur dan pertanggungjawaban proposal. Apakah di bawah perintahnya atau di luar perintahnya sehingga proposal bisa masuk ke bagian Biro Dinas Sosial dan bagian anggaran di Biro Keuangan," ujarnya.

Pemeriksaan YS ini, menurut Harryo, merupakan yang pertama kali dan masih sebatas saksi.

Sedangkan Heri sendiri merupakan staf outsourcing di Komisi E yang juga akan kembali diperiksa sebagai saksi untuk memperdalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"BAP belum optimal sehingga akan diperiksa lagi dan diketahui perannya, apakah proposal diterima atas perintah atau kemauannya sendiri," tambahnya.

Ia mengatakan masih ada sejumlah dokumen yang dibutuhkan untuk mengungkap kasus ini. Sebab itu, pihaknya masih melakukan pendekatan persuasif untuk mendapatkan dokumen tersebut. Namun jika tidak, pihaknya akan melakukan penggeledahan.

Hingga saat ini, setidaknya terdapat 11 saksi yang diperiksa, baik dari pejabat ataupun sejumlah staf. "Staf pribadi perusahaan Ketua Komisi E juga akan diperiksa, beliau memiliki usaha di luar dan ada info jika ada yang masuk melalui staf pribadi itu," ujarnya.

Seperti diketahui, Polrestabes Semarang menetapkan Mario (21) sebagai tersangka kasus korupsi dana bansos dengan modus proposal, kegiatan dan laporan pertanggungjawaban fiktif. Proposal diajukan melalui pos dana hibah bansos APBD Provinsi Jateng tahun 2012.

Terdapat 10 proposal yang diajukan dan dicairkan dengan total dana senilai Rp 100 juta dari tersangka Mario. Sedang jumlah proposal yang masuk ke Dinas Sosial sekitar 161 proposal. Sebanyak 55 proposal telah menerima pencairan dana.

"Dari 55 proposal itu, 10 di antaranya milik tersangka Mario," ujar Harryo.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Puluhan Wisatawan Reaktif Covid-19 di Puncak Bogor, Diminta Swab Test Lalu Pulang

Regional
Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Dilaporkan Hilang, Kakek Tinggal Ditemukan Tewas di Jurang Sedalam 200 Meter

Regional
Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Diduga Depresi Ditinggal Istri, Pria di Jember Rusak ATM Pakai Palu dan Obeng

Regional
Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Pemprov Jabar Siapkan 26.700 Rapid Test untuk Wisatawan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 29 Oktober 2020

Regional
Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Sembuh dari Corona, Warga Kota Solok Terima Bantuan Rp 1 Juta

Regional
Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Tak Bermasker, Puluhan Wisatawan di Puncak Terjaring Operasi Yustisi

Regional
Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Nekat Begal Sopir Taksi Online di Solo, Remaja Lulusan SMK Babak Belur Dihajar Massa

Regional
Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Bawa Palu dari Rumah, Pria Ini Pukul Mesin ATM BRI Berkali-kali hingga Rusak

Regional
Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Video Viral Polantas Ambil Paksa Sepeda Motor di Bengkel, Ini Penjelasan Kapolres Agam

Regional
Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Libur Panjang, Kuota Wisatawan Gunung Bromo Penuh hingga Akhir Oktober

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 29 Oktober 2020

Regional
Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Pengguna Jalan Diingatkan Potensi Pohon Tumbang dan Longsor di Jalur Puncak

Regional
Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Polisi yang Pernah Aniaya Anak Buahnya Dapat Promosi Jabatan

Regional
Ketahuan Berduaan dengan Teman di Halaman Sekolah, Siswi SMA Diancam dan Diperkosa 3 Pemuda

Ketahuan Berduaan dengan Teman di Halaman Sekolah, Siswi SMA Diancam dan Diperkosa 3 Pemuda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X