Kompas.com - 01/04/2013, 18:13 WIB
|
EditorFarid Assifa

KOLAKA, KOMPAS.com -- Pembatasan solar bersubsidi bukan hanya menyulitkan para nelayan, tetapi juga menghambat distribusi beras untuk masyarakat miskin (raskin). Seperti yang terjadi di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Distribusi raskin dari Bulog ke Kabupaten Kolaka Utara terhambar akibat truk pengangkut kekurangan bahan bakar solat.

Kepala Bulog Kolaka Sulawesi Tenggara, Sulamet mengatakan, saat ini pengiriman raskin ke Kabupaten Kolaka Utara terhambat. Padahal seharusnya bulan Maret pengiriman raskin ke Kolaka Utara sudah selesai dilakukan.

Terhambatnya distribusi raskin, kata Sulamet, disebabkan dua hal, yaitu jarak yang jauh dari Bulog Kolaka ke Kolaka Utara dan terbatasnya bahan bakar solar.

"Memang jarak dari Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara itu terbilang jauh. Tapi alasan utama kenapa pasokan raskin ke Kolut itu terhambat karena mobil pengangkut beras kami hanya mendapatkan solar 40 liter setiap datang ke SPBU. Dengan jumlah solar seperti itu tidak mungkin kita dapat mencapai tujuan. Alasan SPBU memberikan kami solar yang tidak sesuai dengan jarak tempuh adalah masalah aturan pembatasan pemakain solar di Kolaka," ungkapnya, Senin (1/04/2013).

Dia menegaskan, hingga saat ini suplai beras raskin di Kolaka Utara baru 60 persen. Dan hal ini nantinya akan berdampak pada jadwal penerima raskin oleh masyarakat.

"Kami harapkan ada pengecualian dari Pertamina kepada armada kami yang mengangkut raskin. Dan memang kebijakan Pertamina diberikan, tapi pihak SPBU sendiri yang tidak setuju dengan hal itu. Makanya saat ini yang kami harapkan bantuan pemda agar memperhatikan masalah ini," harapnya.

Sebenarnya, menurut Sulamet, truk yang dimiliki Bulog bisa menyalurkan raskin di Kolaka Utara dalam waktu beberapa hari asalkan pasokan bahan bakar mencukupi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami kan tidak minta secaera gratis, solar itu tetap kami beli. Nah yang kami harapkan masalah itu tadi, berilah kami solar yang cukup untuk digunakan di setiap truk pengangkut kami. Saya rasa akan selesai dalam beberapa hari ke depan untuk masalah penyaluran (raskin, red) di Kolaka Utara," tambahnya.

Sulamet khawatir apabila pembatasan solar berlangsung terlalu lama, maka raskin untuk Kolaka Utara akan rusak.

"Stok beras kami masih simpan di dalam gudang. Tapi yang kami takutkan kalau (disimpan, red) berlangsung lama, kualitasnya akan rusak. Maka dari itu masalah ini harus cepat dicarikan solusi agar hak masyarakat mendapat raskin terpenuhi serta beras yang mereka terima tetap bagus," harapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.