Pendukung Bendera Aceh Gelar Bendera Raksasa di Masjid Raya - Kompas.com

Pendukung Bendera Aceh Gelar Bendera Raksasa di Masjid Raya

Kompas.com - 01/04/2013, 12:57 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com — Seribuan orang dari sejumlah daerah di Aceh yang mendukung penetapan Qanun Bendera dan Lambang Aceh menggelar doa bersama dan peusijuk (ritual tempung tawar) di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (1/4/2013) sekitar pukul 11.15 WIB. Mereka juga membentangkan bendera Aceh berukuran raksasa sekitar 5x10 meter di masjid tersebut.

Doa bersama tersebut merupakan rangkaian dari aksi dukungan terhadap penetapan Bendera dan Lambang Aceh. Sebelumnya, massa telah berkumpul di sekitar Masjid Raya mulai pukul 08.00.

Mereka datang dari berbagai daerah di Aceh, seperti Pidie, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Sabang dengan naik berbagai jenis mobil seperti minibus, sedan, mobil bak terbuka, truk, dan sepeda motor. Sebagian besar berasal dari luar Banda Aceh. Mereka membawa ratusan bendera bulan bintang, berles hitam putih, dan warna dasar merah. Ratusan polisi beserta aparat TNI mengamankan aksi tersebut.

Setelah berkumpul di sekitar Masjid Raya, rombongan sempat berkeliling kota untuk berkonvoi. Sekitar pukul 11.00 mereka kembali ke Masjid Raya untuk mengadakan doa bersama dan peusijuk. Sekitar pukul 11.30, rombongan bergerak menuju kantor DPR Aceh.

"Ini konvoi masyarakat. Mereka datang dari berbagai wilayah. Tujuannya untuk mendukung agar bendera dan lambang Aceh ini tetap disahkan dan dilaksanakan di Aceh," kata koordinator lapangan aksi tersebut, Hendra Fauzi.

Sebenarnya, massa hendak menyongsong kedatangan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Djohermansyah Djohan, yang sedianya akan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Senin pagi. Namun, rencana itu urung menyusul batalnya kedatangan Djohermansyah pagi ini. Hingga pukul 11.50, massa masih berada di Gedung DPR Aceh. 

 


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorRobert Adhi Ksp

    Terkini Lainnya

    Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode 'E-Learning'

    Akademi Antikorupsi, Kuliah Singkat Lawan Korupsi dengan Metode "E-Learning"

    Nasional
    Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

    Perpanjangan Waktu Ganjil-Genap Sudirman-Thamrin Mulai Diuji Coba Senin

    Megapolitan
    Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

    Mobil Tabrak Pipa Saluran Gas Bikin Rumah Berusia 60 Tahun Meledak

    Internasional
    Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

    Cak Imin Merasa Dipuji Jokowi soal Baliho Wajahnya Lebih Banyak Dibanding Promosi Asian Games

    Nasional
    Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

    Pedagang di Jalan Jatibaru Akan Dipindah ke Lahan Milik Sarana Jaya

    Megapolitan
    Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

    Mantan Narapidana Korupsi Dianggap Tak Berhak Tempati Kursi Parlemen

    Nasional
    Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

    Berkat YouTube, Pria yang Hilang 40 Tahun Bertemu dengan Keluarganya

    Internasional
    Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

    Terlilit Utang, Pegawai BRI Kuras Dana Nasabah hingga Rp 562 Juta

    Regional
    Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

    Trump Siap Bekerja Ekstra Keras Demi Warga Jepang yang Diculik Korut

    Internasional
    Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

    Satu Warga di Pulau Buru Terjangkit Penyakit Aneh, Diduga karena Merkuri

    Regional
    Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

    Jaksa Keberatan Fredrich Sebut Penyidik KPK Desersi Polri

    Nasional
    Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

    Curi Kucing untuk Dijadikan Sup Tradisional, 2 Pria Ditangkap

    Internasional
    Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

    Begini Panduan Cara Berunding dengan Korut

    Internasional
    Sandiaga: Jakarta Darurat Narkoba Banget, Ada 1 Juta Pengguna

    Sandiaga: Jakarta Darurat Narkoba Banget, Ada 1 Juta Pengguna

    Megapolitan
    Terkait Kasus BLBI, KPK Tak Permasalahkan 'Policy' Megawati

    Terkait Kasus BLBI, KPK Tak Permasalahkan "Policy" Megawati

    Nasional

    Close Ads X