Kompas.com - 30/03/2013, 03:23 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

KENDARI, KOMPAS.com — Candra (13) sedang asyik memancing di Teluk Kendari, Jalan H Alala, Kelurahan Tipulu, Kecamatan Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Tiba-tiba, dia melihat tas mengapung yang ternyata berisi mayat bayi laki-laki.

"Saya sementara memancing ada tas warna hitam mengapung di laut, penasaran lalu ambil tasnya kemudian saya bawa ke darat. Saat saya buka tasnya, ada toples berisi ari-ari dan ada kantong plastik. Lalu saya buka kain bungkusan warna putih, ternyata isinya mayat bayi," ujar Candra, Jumat (29/3/2013).

Candra yang kaget menemukan mayat bayi langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar dan pengendara di jalan yang mendengar teriakan tersebut langsung mendatanginya.

Tak berselang berapa lama, polisi datang. Mayat bayi tersebut kemudian dibawa petugas dari Polsek Kemaraya ke RS Bayangkara Kendari.

Kanit Reskrim Polsek Kemaraya Aiptu Supratman mengatakan, saat ini pihaknya masih mengembangkan serta menyelidiki kasus tersebut untuk mengetahui orangtua bayi itu.

"Diperkirakan bayi itu berumur satu hingga empat hari. Ada kemungkinan bayi itu hasil hubungan gelap," terang Supratman.

Penemuan mayat bayi di Teluk Kendari sudah terjadi dua kali sepanjang Maret ini. Sebelumnya, mayat bayi perempuan dalam tas hitam ditemukan seorang pemulung di bawah pohon bakau di kawasan Teluk Kendari, Selasa (19/3/2013).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.