"Camera Trap" Akan Dipasang di Lokasi Temuan Jejak Badak

Kompas.com - 29/03/2013, 20:39 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

KUTAI BARAT, KOMPAS.com — Pascapenemuan jejak dan tanda di hutan di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, yang diduga kuat badak sumatera, World Wildlife Fund for Nature atau WWF Indonesia akan bertemu dengan sejumlah pihak terkait guna menentukan apa strategi pengamanan agar badak—jika ada—itu tak diincar pemburu.

"Kami juga akan memasang camera trap dalam waktu dekat," ujar Koordinator WWF di Kalimantan Timur, Wiwin Effendy, Jumat (29/3/2013).

Seperti diketahui, pertengahan Januari lalu tim monitoring WWF menemukan beberapa hal yang menimbulkan tanda tanya, antara lain jejak kaki, bekas kubangan, bekas gesekan tubuh di pohon, gesekan pada dinding kubangan, serta bekas gigitan dan pelintiran pada pucuk tanaman.

Temuan itu segera disampaikan kepada sejumlah pihak dan pemerhati baik di Indonesia maupun luar negeri. Kemudian, didapat kesimpulan, diduga kuat temuan itu adalah jejak dari badak sumatera yang keberadaannya nyaris punah.

"Lokasi hutan di Kubar itu tidak dipublikasi. Itu agar jangan sampai pemburu cula jangan sampai tahu," ujarnya.

Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) di Kalimantan sudah tidak pernah terdengar dan diketahui keberadaannya, bahkan ditengarai telah punah sejak 1990-an. International Union for Conservation of Nature (IUCN) pun telah mengklasifikasikan badak sumatera ini dalam kategori kritis.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Regional
Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Regional
Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Regional
Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Regional
Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Regional
Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Regional
Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Regional
Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Regional
Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Regional
Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Regional
Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Regional
Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Regional
Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X