Perayaan Kamis Putih ala Kure di Noemuti Kote

Kompas.com - 28/03/2013, 22:47 WIB

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Paskah di tempat lain mungkin dirayakan secara biasa, tetapi di Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, warga Kote merayakannya dengan sebutan Kure secara unik, berbeda dan meriah. Pasalnya dilakukan selama lima hari berturut-turut mulai dari hari Rabu sampai Senin.

Namun perayaan yang paling inti yakni tri hari suci, dimulai dari Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Kudus. Khusus untuk perayaan Kamis Putih, prosesinya oleh warga setempat dinamakan Taniu Uis Neno  (memandikan patung-patung dan salib suci), yang merupakan ritual pembersihan dan penyerahan diri kepada sang khalik sekaligus ungkapan rasa syukur atas nikmat dan berkat yang diperoleh dalam satu tahun perjalanan hidup.

Dalam ungkapan kebersamaan 'nek mese ansaof mese' (satu pikiran satu hati), semua rumpun suku tiap 'Ume Mnasi' (Rumah Tuhan) (terdapat 29 Ume Mnasi), ditandai dengan upacara pembersihan patung relegi, salib atau benda devosi. Selain itu, ada pengumpulan persembahan hasil usaha berupa buah-buahan di Ume Mnasi oleh tiap anggota suku Ume Mnasi atau dalam bahasa setempat disebut 'Bua Pa', dan pengumpulan buah-buahan ke Ume Mnasi lainnya yang memiliki ikatan kekerabatan (Bua Loet).

Dua orang penjaga Ume Ken Uf, Fabi Romea dan Viktor Manbait, saat menerima kunjungan Kompas.com, Kamis (28/3/2013), mengatakan air dari hasil pembersihan patung-patung religi itu digunakan untuk membasuh wajah, kaki dan tangan sebagai lambang pembersihan diri dan membawa kedamaian.

"Cara membersihkan benda-benda suci itu dengan memakai air dan minyak serta alat yang digunakan untuk membersihkan yakni ampas dari tebu dan kapas. Kemudian sisa air yang digunakan untuk membersihkan benda suci dipakai untuk membasuh wajah, tangan dan kaki, tiap anggota suku," kata Fabi dan Viktor.

Seperti yang disaksikan Kompas.com, ritual itu diawali sejak pukul 7.00 Wita, di mana petugas membunyikan lonceng sebagai tanda persiapan acara dimulai. Selanjutnya, seluruh petugas berdiri di depan gereja, kemudian omong adat oleh para tokoh adat, dilanjutkan pemberkatan oleh pastor.

Setelah itu, para petugas pengambil air turun ke kali untuk mengambil air dan kembali ke gereja agar air itu diberkati oleh pastor. Kemudian, mereka kembali ke Ume Mnasi untuk memandikan semua benda suci.

Tradisi Kure itu sudah ada sejak tahun 1916 yang dibawa oleh imam katolik Fransiskan. Selain menyebarkan agama Katolik ke penduduk setempat, para misionaris juga menempatkan patung-patung kudus dan benda-benda devosional pada rumah-rumah adat Ume Mnasi yang ada di Kote-Noemuti.

Penempatan benda kudus itu diikuti pula dengan sebuah tradisi penumbuhan iman melalui doa bergilir dari satu rumah adat ke rumah adat Ume Usi Neno (Rumah Tuhan). Itulah yang disebut Kure.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Terkini Lainnya

    Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

    Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

    Regional
    PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

    PAN Siapkan 3 Nama untuk Bertarung di Pilgub Sumbar 2020

    Regional
    Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

    Kecewa Anak dan Cucunya Ditelantarkan, Pria Ini Bunuh Menantunya

    Regional
    Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

    Fakta Pabrik Korek Api yang Terbakar, Pekerja Digaji Rp 500 Ribu per Bulan hingga Pekerjakan Anak

    Regional
    Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

    Beredar Kabar Jenazah Mantan Striker Persis Ditemukan, SRI Susuri Semua Pantai Kulon Progo

    Regional
    Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

    Selingkuh, Tiga ASN Papua Barat Akan Disidang Kode Etik

    Regional
    Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

    Abang Angkat Pelaku Pembunuhan Balita 1,8 Tahun Dijerat Pasal Berlapis

    Regional
    Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

    Pria Ini Tawarkan Istri untuk Layanan Seks Menyimpang Bertarif Rp 3 Juta

    Regional
    Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

    Anak Korban Tragedi Truk Terjun ke Jurang Terpukul, Mengaku sedang Mendaftar SMK...

    Regional
    2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

    2 Hari Terombang-ambing di Laut, 3 Nelayan Ditemukan Selamat

    Regional
    Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

    Sinar Api Kembali Muncul dari Kawah Gunung Karangetang

    Regional
    Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

    Kronologi Bocah 6 Tahun Digigit 2 Anjing Milik Villa di Sleman, Ayah Khawatir Anaknya Kena Rabies

    Regional
    Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

    Terpeleset di Sungai Ciliwung, Seorang Bocah Ditemukan Meninggal Dunia

    Regional
    Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

    Prada DP Pembunuh Fera Oktaria Kabur ke Padepokan Setelah Jual Sepeda Motor Korban

    Regional
    Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

    Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Divonis Hukuman Percobaan 6 Bulan

    Regional

    Close Ads X