Kompas.com - 27/03/2013, 13:41 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian telah mengantongi ciri-ciri pelaku penyerangan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Ciri-ciri pelaku didapat dari keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Artinya apakah dialek, perawakan, ciri-ciri, alat-alat apa yang dipakai, pasti digali di situ. Itu namanya proses olah TKP. Proses pemeriksaan bisa terbangun seperti apa profil pelaku," terang Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di sela-sela Rakernis Humas Polri, Hotel Maharadja, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2013).

Namun, untuk kepentingan penyidikan, Boy mengatakan, pihaknya belum dapat mengungkapkan hal tersebut. Boy mengaku, penyidik juga belum mengerucut pada sebuah nama atau kelompok penyerangan. "Penyelidikannya konvensional dan nonkonvensional. Konvensional itu dilakukan secara manual, sementara nonkonvensional (Polri) memanfaatkan teknologi. Kita belum sampai dari kelompok mana-mana," katanya.

Hingga kini, kepolisian telah melakukan pemeriksaan terhadap 45 saksi pada kasus penyerangan Lembaga Pemasyarakatan Cebongan di Sleman, Yogyakarta. Total saksi tersebut terdiri dari 13 petugas lapas dan 32 narapidana dan tahanan. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku sekitar 17 orang berbadan tegap. Mereka mengenakan penutup wajah, pakaian bebas, rompi hitam, dan sepatu PDL. Tim penyidik juga menunggu hasil uji balistik dari proyektil maupun selongsong peluru yang ditemukan di lokasi. Saksi menduga pelaku mengunakan senjata AK-47 dan jenis FN.

Seperti diberitakan, gerombolan bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat datang menyerang lapas, Sabtu (23/3/2013) dini hari. Dalam peristiwa itu, empat tersangka kasus pembunuhan anggota Kopassus, Sersan Satu Santosa, ditembak mati. Keempatnya adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait.

Serangan pelaku dinilai sangat terencana. Mereka melakukan aksinya dalam waktu 15 menit dan membawa CCTV lapas. Pelaku diduga berasal dari kelompok bersenjata yang terlatih.

Baca juga:
Indonesia dalam Keadaan Bahaya
Kata Presiden, Negara Tidak Boleh Kalah

Rumah Pertobatan Dinodai Lumuran Darah ...

Sultan: Jangan Lagi Ada Kekerasan di Yogyakarta
Presiden: Penembakan di Sleman, Serangan Wibawa Negara

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.