Kompas.com - 26/03/2013, 16:34 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pembunuhan brutal terhadap empat tersangka yang ditahan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, DI Yogyakarta, adalah serangan langsung terhadap kewibawaan negara.

Selain telah menghasilkan ancaman serius terhadap rasa aman publik, Presiden SBY menyatakan serangan itu juga menghancurkan kepercayaan publik terhadap supremasi hukum.

Hal itu dikatakan Staf Khusus Presiden bidang Politik, Daniel Sparringa, melalui pesan singkat, Selasa (26/3/2013).

Daniel mengatakan, Presiden telah memerintahkan Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan untuk mengungkap para pelaku dan memastikan semua yang terlibat diadili di pengadilan.

Presiden, kata Daniel, juga telah menginstruksikan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono agar seluruh jajaran TNI berkerja sama dengan Polri dalam pengungkapan identitas para pelaku.

"Presiden menegaskan bahwa kewibawaan negara harus dipulihkan dan kepercayaan rakyat terhadap hukum tidak boleh berkurang karena peristiwa ini. Presiden SBY menyeru agar masyarakat ikut memberi dukungan dan mengawal proses penyelidikan ini," kata Daniel.

Daniel menambahkan, Presiden telah menerima laporan bahwa Mabes Polri telah memimpin penyelidikan. Presiden juga menerima perkembangan penyelidikan setiap saat dan memastikan ada kemajuan penanganan perkara.

Seperti diberitakan, gerombolan bersenjata api laras panjang, pistol, dan granat menyerang lapas. Awalnya, mereka mengaku dari Polda DI Yogyakarta sambil menunjukkan surat berkop Polda. Mereka mengaku ingin membawa empat tersangka kasus pembunuhan Sersan Satu Santosa, anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Hugo's Cafe, Selasa lalu.

Mereka mengancam meledakkan lapas ketika permintaan ditolak pihak lapas. Akhirnya, petugas membukakan pintu dan belasan orang memakai penutup mata masuk. Mereka menyeret petugas lapas menunjukkan empat tahanan yang dicari.

Empat tahanan tersebut akhirnya ditembak mati. Mereka adalah Gameliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, Hendrik Angel Sahetapi alias Deki, dan Yohanes Juan Manbait. Sebelum kabur, pelaku juga membawa rekaman CCTV. Aksi itu hanya berlangsung 15 menit.

Awalnya, keempat tersangka ditahan di Polres Sleman, lalu dipindahkan ke Polda DI Yogyakarta tanggal 20 Maret. Pada Jumat 22 Maret, mereka dipindahkan ke Lapas Cebongan. Sabtu dini hari eksekusi terjadi.

Kasus itu masih dalam penyelidikan kepolisian. Hanya, Panglima Kodam IV/Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso sudah membantah penembakan dilakukan anggota Kopassus. Kepala Seksi Intelijen Kopassus Grup-2 Kapten (Inf) Wahyu Yuniartoto juga membantah.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika KPK Akhirnya Umumkan Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai Tersangka...

Ketika KPK Akhirnya Umumkan Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai Tersangka...

Nasional
Peringatan Keras PDI-P kepada Relawan Jokowi Terkait Gerakan Nusantara Bersatu

Peringatan Keras PDI-P kepada Relawan Jokowi Terkait Gerakan Nusantara Bersatu

Nasional
Pengamat Soroti Pengamanan Pertandingan Dikuasai Polisi Lewat Perpol

Pengamat Soroti Pengamanan Pertandingan Dikuasai Polisi Lewat Perpol

Nasional
BNPB: 3.175 Tenaga Kesehatan Tersebar di 194 Titik Pengungsian Gempa Cianjur

BNPB: 3.175 Tenaga Kesehatan Tersebar di 194 Titik Pengungsian Gempa Cianjur

Nasional
Hari Ini, Hakim Bacakan Putusan Sela untuk 2 Petinggi ACT Ibnu Khajar dan Hariyana Hermain

Hari Ini, Hakim Bacakan Putusan Sela untuk 2 Petinggi ACT Ibnu Khajar dan Hariyana Hermain

Nasional
GBK Boleh Dipakai Relawan Jokowi tapi Konser Tidak, Benarkah karena Renovasi?

GBK Boleh Dipakai Relawan Jokowi tapi Konser Tidak, Benarkah karena Renovasi?

Nasional
Perpol Pengamanan Pertandingan Dikritik Minim Peran Masyarakat

Perpol Pengamanan Pertandingan Dikritik Minim Peran Masyarakat

Nasional
PR Calon Panglima TNI Yudo Margono, dari Konflik Papua hingga Laut China Selatan

PR Calon Panglima TNI Yudo Margono, dari Konflik Papua hingga Laut China Selatan

Nasional
Perpol Pertandingan Olahraga Dianggap Berpeluang Jadi Celah Pungli

Perpol Pertandingan Olahraga Dianggap Berpeluang Jadi Celah Pungli

Nasional
Perubahan Penanganan Konflik Papua Dinilai Jadi Batu Ujian Yudo Margono

Perubahan Penanganan Konflik Papua Dinilai Jadi Batu Ujian Yudo Margono

Nasional
Jokowi: Jangan Sampai Kesepakatan Investasi G20 Tak Bisa Terealisasi

Jokowi: Jangan Sampai Kesepakatan Investasi G20 Tak Bisa Terealisasi

Nasional
Relawan Jokowi Bantah Bohongi Peserta Acara di GBK dengan Undangan Pengajian

Relawan Jokowi Bantah Bohongi Peserta Acara di GBK dengan Undangan Pengajian

Nasional
Gaduhnya Panggung Politik karena Jokowi: Ganjar-Emil Pamer Foto Penampilan Baru, PDI-P Lempar Kecurigaan

Gaduhnya Panggung Politik karena Jokowi: Ganjar-Emil Pamer Foto Penampilan Baru, PDI-P Lempar Kecurigaan

Nasional
Kode Keras Jokowi dari Senayan

Kode Keras Jokowi dari Senayan

Nasional
Perpol Pengamanan Pertandingan Dinilai Hanya Menguntungkan Polisi

Perpol Pengamanan Pertandingan Dinilai Hanya Menguntungkan Polisi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.